Tim TP4D Kejari Basel Pantau Hasil Pengerjaan Pembangunan Jembatan Ulim

TP4D Kejaksaan Negeri Bangka Selatan melakukan pemantauan pembangunan proyek jembatan Ulim

Tim TP4D Kejari Basel Pantau Hasil Pengerjaan Pembangunan Jembatan Ulim
Kasi Intelejen Kejari Bangka Selatan Fuady saat meninjau pembangunan jembatan Ulim 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Bangka Selatan melaksanakan kegiatan pemantauan pembangunan proyek jembatan Ulim yang menyambungkan perbatasan Kecamatan Air Gegas dan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, pada Rabu (10/1/2018)

Selain pihak kejaksaan Bangka Selatan, ikut pula pihak Dinas PU Pemkab Basel serta para Konsultan Supervisi CV Tribuana Artha, Delavari, dan Projek Manajer PT Karunia Guna Inti Semesta, Ardyansyah sebagai kontraktor proyek tersebut.

Dalam kesempatan itu Kasi Intel Kejari Basel Fuady beserta jajaranya terlihat memantau setiap sudut jembatan yang telah dibangun menggunakan dana APBD TA 2017 sebesar Rp 10,8 milyar. Menurutnya tidak ada cacat fisik atau pengerjaan yang tidak selesai dalam proyek pembangunan itu.

"Dari awal pembangunan hingga selesai ini, sesuai pantauan tim sudah sesuai dengan ketentuan, kita sudah melakukan pengawasan, tidak ada ditemukan terkait penyimpangan, termasuk bentuk fisiknya,"kata Fuady kepada wartawan di lokasi Jembatan ulim, Rabu (10/1/2017)

Fuady menambahkan bahwa, bukan hanya proyek jembatan ulim yang mereka awasi tetapi ada proyek lainya menjadi pengawasan pihak Kejaksaan Negeri Bangka Selatan pada awal tahun 2018 ini.

"Kita harapkan dari semua kerjaan dilaksanakan sesuainya dengan rapnya , hal itu selalu kita tekankan, termasuk masalah adminitrasi, pelaksanaanya harus tertib jangan sampai menyimpang," ujarnya

Terpisah, Projek manajer PT Karunia Guna Inti Semesta Ardyansyah mengatakan pengerjaan pembuatan jembatan dibuatkan pada 24 Juli dan selesai 27 Desember 2017,  jembatan yang mereka bangun memiliki panjang 34,6 meter dengan lebar 9 meter.

Ia juga menambahkan bahwa jembatan yang telah selesai dibangun telah siap untuk dilalui, dan digunakan untuk masyarakat luas yang ingin melewatinya.

"Kami mengerjakanya sesuai waktu yang telah ditentukan dimulai dari 24 Juli hingga 27 Desember 2017, walaupun ini sudah selesai tetap ada ada perawatan dan perapian pengerjaan, dan untuk perawatan waktunya sampai 180 hari,"jelas Ardyansyah.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved