Harganya Fantastis, Bule Bayar Video Bokep Tante Muda vs Bocah Pakai Bitcoin

Mabes Polri telah berkoordinasi dengan Interpol untuk mengejar warga negara Rusia yang memesan video porno tante muda dan bocah.

Harganya Fantastis, Bule Bayar Video Bokep Tante Muda vs Bocah Pakai Bitcoin
Tribun Jabar
Adegan video mesum tante muda dan bocah di Bandung. 

BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Mabes Polri turun tangan membantu Polda Jawa Barat dalam memburu pembeli video Viral Bocah SD anak di bawah umur di Bandung.

Pembeli dari Rusia itu sudah teridentifikasi dan diguga berinisial R.

Saat ini Mabes Polri telah berkoordinasi dengan Interpol untuk mengejar warga negara Rusia tersebut.

Baca: Astaga! Ternyata 3 Wanita yang Terlibat Video Mesum Tante Muda vs Bocah Bandung Sedang Hamil

Kanit III Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah mengatakan bahwa video Viral Bocah SD perempuan dewasa dengan tiga bocah itu ternyata diedarkan di Rusia.

"Iya ke Rusia, dijual ke Rusia, dari Rusia disebar lagi," jelas Irwansyah seperti dilansir dari Tribunnews.

Irwansyah menjelaskan bahwa video Viral Bocah SD tersebut dibanderol 30 juta dengan mata uang Bitcoin.

Baca: Bocah Pemeran Video Mesum Bareng Tante Muda di Bandung Jadi Pengamen Sejak Usia 3 Tahun

Sebelumnya Polda Jawa Barat mengungkap pembuatan video Viral Bocah SD belakangan ini dibuat di sebuah hotel di Bandung, didalangi pria bernama Faisal Akbar (30).

Awalnya, adegan dewasa antara anak-anak dan wanita dewasa itu hanya dibuat berupa foto oleh Faisal yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Foto itu kemudian di kirim ke sebuah komunitas Facebook hingga kemudian viral di sosial media.

Baca: Tante Muda Pemeran Video Mesum Bersama Bocah Bandung Ternyata Bekerja di Tempat Ini

Faisal mengaku sudah membuat tiga video, namun baru dua yang diedarkan.

Pelaku kemudian ditangkap penyidik Polda Jabar di kawasan Buah Batu Kota Bandung, Minggu (8/1/2018).

Di berita sebelumnya, Polda Jabar membutuhkan waktu kurang dari tiga hari untuk mengungkap kasus video Viral Bocah SD dengan pemeran anak dan perempuan dewasa tersebut.

Baca: Sang Sutradara Sudah Bikin 3 Video Porno Tante dan Bocah, Si Bule Minta Lagi

Dalang pembuatan itu bernama Muhamad Faisal Akbar (30). Ia ditangkap Polda Jabar di kawasan Buah Batu Kota Bandung pada Minggu (8/1/2018).

Melansir dari Tribun Jabar, peristiwa ini berawal dari pembuatan foto dewasa dengan subyek anak kecil berinisial Dn (9) dengan perempuan bernama Apriliana alias Intan (28) di sebuah hotel.

Tidak hanya sekali itu, Apriliana kemudian melakukan sesi foto dengan memakai celana dalam dan bra bersama Dn.

Baca: Buaya Putih 1 Ton Penunggu Muara Sampit Akhirnya Takluk, Tampangnya Menyeramkan!

Dn kemudian diberi imbalan Rp 300 ribu dan Apriliana mendapat total imbalan sebesar Rp 1.6 juta dalam dua kali pertemuan.

Foto-foto itu kemudian diunggah di akun komunitas Facebook bernama Vika yang isinya terdapat warga negara asing (WNA) asal Rusia ‎berinisial R dan N asal Kanada.

Dua WNA ini belakangan jadi berperan sebagai pemesan video viral Bocah SD . "Pengakuan Faisal, dia diminta R dan N untuk membuat video viral Bocah SD anak-anak dan perempuan dewasa," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Senin (8/1/2018).

Baca: Kisah Sumiyati, TKI Asal Grobogan yang Dibakar Majikan Hidup-hidup di Arab Saudi

Permintaan itu kemudian dipenuhi. Pada pertemuan ketiga sekitar Mei tahun lalu, Apriliana datang kembali dengan Dn ke di hotel tempat Faisal menunggu.

Sang bocah berinisial Dn ini semula enggan melakukan adegan video viral Bocah SD apalagi direkam. Lantas Faisal kemudian menelpon orang tua Dn bernama Susanti untuk datang ke hotel.

Faisal kemudian meminta Susanti untuk menyuruh anaknya beradegan video viral Bocah SD dengan Apriliana dengan menghadirkan teman dekat Dn berinisial Sp (11) untuk menemani beradegan video viral Bocah SD‎.

Perekaman video viral Bocah SD pun dimulai di ruangan kamar hotel.

"Saat perekaman video‎, Susanti hadir menyaksikan anaknya beradegan video viral Bocah SD dengan diarahkan oleh Faisal. Apriliana mendapat imbalan sebesar Rp 1 juta, Dn mendapat Rp 300 ribu dan Sp sebesar Rp 100 ribu," kata Kapolda.

Baca: Tes CPNS 2018 Tak Lama Lagi, Calon Peserta Harus Siapkan 4 Dokumen Penting Ini

Produksi video viral Bocah SD pertama yang dibuat Mei 2017 itu kemudian dikirim ke R dan N via aplikasi pesan instan Telegram. R dan N kemudian diminta lagi untuk membuat video serupa.

Akhirnya, dibuatlah video viral Bocah SD kedua oleh Faisal sebagai pengarah pada Agustus 2017 dengan difasilitasi oleh Sri Mulyati alias Cici (36) sebagai perekrut perempuan bernama Imelda Oktaviani alias Imel (27).

Perempuan benama alias Cici menawarkan pada Imel untuk membuat video viral Bocah SD di hotel bersama anak berinisial Rd (9) anak dari seorang ibu bernama Herni‎.

Di hotel ini, adegan video viral Bocah SD dilakukan mulai dari balkon kamar hotel dengan direkam dan diarahkan oleh Faisal. Herni hadir di kamar hotel itu saat perekam.

"Imel mendapat imbalan sebesar Rp 1.5 juta, orangtua Rd bernama Herni mendapat Rp 500 ribu dan Cici mendapat Rp 1 juta‎," kata Kapolda.

Baca: Jangan Tidur dengan Posisi Kepala di Utara, Berbahaya bagi Kesehatan!

Tidak lama kemudian, video viral Bocah SD Imel dengan Rd menyebar. Dia kemudian meminta ganti rugi pada Faisal.

Faisal dan Imel ini akhirnya bertemu dan Imel diberi uang ganti rugi sebesar Rp 2.7 juta dan biaya Rp 500 ribu untuk mengubah tato d paha kiri.

"Total rp 3.2 juta yang diterima Imel ini diberikan lagi ke Cici sebesar Rp 250 ribu dan Rp 150 ribu untuk orang tua Rd," kata Kapolda.

Semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, sebanyak tujuh orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Enam orang sudah ditangkap dan satu lagi bernama Ismi berperan sebagai penghubung masuk daftar pencarian orang (DPO). (Surya)

Editor: fitriadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved