Minggu, 10 Mei 2026

Berani Banget, Profesor Ini Buat Guyonan Dugaan Donald Trump Mengidap Sifilis

Pemimpin Amerika Serikat yang satu ini tidak ada henti-hentinya menghiasi pemberitaan.Sang Presiden ke-45 menyebut dirinya'jenius yang stabil'

Tayang:
Editor: M Zulkodri
nbcnews.com
Donald Trump 

BANGKAPOS.COM - Pemimpin Amerika Serikat (AS) yang satu ini tidak ada henti-hentinya menghiasi pemberitaan.

Hampir selama 2 tahun terakhir, sosoknya lebih banyak menghiasi sejumlah media daripada orang lain.

Sebelumnya, sang Presiden AS ke-45 menyebut dirinya sebagai 'jenius yang stabil'.

Pernyataan yang bergulir di akun Twitter pribadinya merespon publikasi buku Michael Wolff yang berjudul 'Fire and Fury'.

via GIPHY

Ternyata, twit Donald Trump yang membahas soal kesehatan mentalnya berbuntut panjang.

Sejumlah orang di Swedia bereaksi atas pernyataan ini.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Expressen, seorang profesor bakteriologi klinis menawarkan sebuah perawatan mental untuk Trump.

Jelas Agnes Wold yang aktif di akademi Sahlgrenska di Universitas Gotherburg, perawatan yang diusungnya tidak konvensional.

undefined
Profesor Agnes Wold | Twitter/AgnesWold

Usai suami Melania Trump begitu jumawa tentang kepribadiannya, Profesor Agnes ikut berkomentar.

//

"Wow! Bisakah kita membuat sebuah dugaan sifilis stadium akhir?" 

Demikian cuitan sang profesor di hadapan 30 ribu pengikutnya di Twitter.

Sifilis atau yang akrab disebut raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum.

Jenis penyakit ini dikategorikan sebagai infeksi menular seksual (IMS)

Dikutip wartawan Grid.ID dari Sputnik, ternyata dalam kondisi sifilis tingkat lanjut mampu menyebabkan kerusakan pada jantung.

Tidak sekedar itu, sejumlah organ termasuk yang paling penting, otak, juga bisa saja berfungsi tidak semestinya.

Bahkan ditegaskan, dapat menyebabkan timbulnya kondisi mental meski tidak seperti kegilaan.

Usut punya usut, Profesor Agnes menyebut apa yang dia katakan ternyata hanya sebagai guyonan.

Sang cucu pemenang hadiah Nobel dalam bidang kimia, Svante Arrhenius, memberi klarifikasi seperti ini.

 "Itu adalah lelucon."

"Saya tidak benar-benar mengira megalomania-nya disebabkan oleh sifilis."

Meski begitu, dia mengakui bahwa obsesi berlebihan terhadap diri sendiri karena merasa yang paling hebat mungkin juga termasuk dalam gejala yang disebabkan karena sifilis.

Kalau menurut kamu sendiri bagaimana?(*)

Artikel ini sudah dimuat di Grid.id dengan judul Profesor Bakteriologi Menduga Donald Trump Mengidap Sifilis

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved