Kamis, 9 April 2026

Masjid Akhir Abad 18 di Gantung Itu Dipugar Total

Sudah satu tahun terakhir, Masjid Al Hikmah, yang berada tepat di seberang Museum Kata Andrea Hirata,terus dibangun secara bertahap.

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: M Zulkodri
Bangka Pos / DEDY QURNIAWAN)‎.
Para pengurus Masjid Al Hikmah sedang meninjau progres pemugaran total Masjid Al Hikmah di Kecamatan Gantung, Sabtu (14/1/2018). Masjid yang terletak di seberang Museum Kata Andrea Hirata ini dinyatakan sebagai masjid tertua di Kecamatan Gantung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

GANTUNG, BANGKAPOS.COM- ‎Sudah satu tahun terakhir, Masjid Al Hikmah, yang berada tepat di seberang Museum Kata Andrea Hirata, Kecamatan Gantung, Belitung Timur (Beltim) terus dibangun secara bertahap.

Pantauan Pos Belitung Sabtu (13/1) lalu, baru tampak rangka kayu untuk tiang beton cor menjulang.‎

Belum ada dinding dan atap sehingga aktivitas ibadah sehari-hari harus dipindahkan ke ruangan belakang yang semula dipergunakan untuk penjaga masjid alias Marbot.

"Sekarang progresnya baru sekitar 15 sampai 20 persen. Ini sudah pembangunan tahap dua‎," kata Ketua Yayasan Masjid Al Hikmah Asri Hasyim saat berbincang dengan Pos Belitung.

Dia menuturkan, Masjid Al Hikmah adalah masjid tertua di Kecamatan Gantung. Masjid ini dibangun di atas tanah yang diwakafkan oleh Yahya atau biasa disapa Jaya, seorang pejabat ‎Distrik Gantung pada masa penambangan timah.

‎Rumah Jaya adalah rumah yang dibeli Andrea Hirata pada 2010 dan dibangun Museum Kata saat ini.

Dibangun pada akhir abad 18 atau sekitar 1890-an, masjid ini awalnya berbentuk rumah panggung.‎ ‎Pemugaran total kali inipun sudah renovasi yang keempat kalinya.‎

Sayang,‎yayasan tak memiliki foto bangunan pertama masjid ini.
"Awalnya panggung, dinding dan lantainya juga papan. Sayang kami tidak punya fotonya," kata Asri.

Masjid dipugar total pun bukan tanpa alasan.
Sekitar dua tahun lalu, kata, Asri, saat matahari berada tepat di arah Kabah, baru diketahui ternyata arah kiblat masjid ini jauh melenceng dari yang seharusnya.‎

Karena alasan ini pula Asri Hasyim mengatakan, tekat para pengurus masjid semakin bulat untuk merenovasi total masjid ini dengan modal seadanya.

"Kami mulai sejak Oktober 2016, dengan modal awal pembangunan sekitar Rp 150 juta. Kami yakin saja pembangunannya selesai sambil berjalan," ujar Asri.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved