Semarakkan HUT ke 3, AIMI Babel Gelar Seminar Kesehatan Anak

Bagi Ibu Asinya kurang dapat berkonsultasi dengan konseler di AIMI Bangka supaya mendapatkan arahan

Semarakkan HUT ke 3, AIMI Babel Gelar Seminar Kesehatan Anak
Bangkapos/idandimeikajovanka
Suasana Seminar Ibu Cerdas Anak Sehat dalam rangka HUT ke 3 AIMI Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung merayakan Hut ke 3 di Hotel Cordela Pangkalpinang.

Kegiatan ini disemarakkan dengan seminar kesehatan anak, konseling menyusui, screening tumbuh kembang anak, dan Bazzar, Minggu (14/1).

Wakil Ketua AIMI Bangka Belitung, Mala mengatakan adanya seminar tentang P3K terhadap kesehatan anak bertujuan memberdayakan Ibu dan Ayah supaya paham pencegahan dan pengobatan yang tepat.

Sebab, berdasarkan kegiatan konseling kepada para klayen cendrung ditemukan sejumlah kendala. Terutama kesehatan anak, mereka umumnya mengaku panik menanganinya.

“Sejumlah kendala yang ditemukan akhirnya membuat kami mencetuskan ide buat mengadakan seminar kesehatan bertema Ibu Cerdas Anak Sehat. Sebab, orang tua perlu mendapatkan edukasi dan wawasan mencegah serta menangani saat buah hati mereka mengalami masalah,” jelas Mala.

Mala mengungkapkan sejauh ini banyak ditemukan kendala saat 6 bulan pertama asi ekslusif sebab seorang ibu harus mempunyai niat dan memahami ilmunya.

Seperti cara memberikan asi, pelekatan, dan letak yang benar. Serta, pendampingan dan dukungan kelurga maupun masyarakat sekitar, sebab pemberian tidak lengkap menyebabkan bayi rentan terkena penyakit.

Selain itu, ia juga mengatakan jika seorang Ibu mempunyai Asi berlebih bisa diperah dan didonorkan. Pendonoran Asi sendiri di AIMI masih berkolaborasi dengan Ibu-ibu menyusui melalui berbagi di media sosial.

Sumbangan asi harus melalui sejumlah prosedur tertentu sebab asi merupakan cairan tubuh manusia dan dipastikan sehat, serta adanya interaksi dahulu antara pendonor dan penerima.

“Bagi Ibu Asinya kurang dapat berkonsultasi dengan konseler di AIMI Bangka supaya mendapatkan arahan mempertahankan  Asi tetap lancar. Pemberian Asi yang tidak lancar menyebabkan kanker sebab jika tidak disalurkan akan menumpuk dan terjadi pembekuan,” ujar Mala.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved