Besok Batas Akhir Panglima Nyatakan Sikap Setelah Divonis 15 Bulan

Sampai saat ini belum ada laporan pendaftaran bandingnya. Kita tunggu saja sampai besok (Selasa, 16/1/2018)

Besok Batas Akhir Panglima Nyatakan Sikap Setelah Divonis 15 Bulan
bangkapos.com/Fery Laskari
Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Besok, Selasa (16/1/2018), merupakan batas terakhir pengajuan sikap Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima. Jika sikap banding tak dia sampaikan, maka putusan pidana 15 bulan yang sebelumnya dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, dianggap inkrah

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PN Sungailiat Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II, R Narendra Mohni kepada Bangka Pos Group, Senin (15/1/2018).

"Hanya saja kabar yang diterima dari panitera pengadilan tadi (hari ini) bahwa pengacaranya (pengacara terdakwa) melalui SMS akan ajukan banding," kata Kiki, sapaan akrab R Narendra Mohni.

Tapi sayang kata Kiki, sampai petang ini pengacara yang dimaksud hingga Pukul 15.00 WIB, tak kunjung datang ke pengadilan.

PN Sungailiat memberikan batas waktu paling lambat pengajuan sikap, besok, Selasa (16/1/2018).

"Sampai saat ini belum ada laporan pendaftaran bandingnya. Kita tunggu saja sampai besok (Selasa, 16/1/2018), karena batas waktu pikir-pikir sampai besok (Selasa)," katanya.

Dijelaskan Kiki, pada intinya proses pengajuan banding merupakan upaya terdakwa untuk mencari keadilan ke jenjang yang lebih tinggi. Banding menjadi hak bagi setiap terdakwa yang merasa vonis PN Sungailiat, dianggap tak sesuai menurut mereka.

"Prosesnya nanti, kuasa terdakwa mengajukan permohonan banding dan memori banding ke petugas pendaftaran pengadilan, untuk kemudian dicatat," katanya.

Petugas di PN Sungailiat tak hanya sekedar mencacat permohonan, namun menerima berkas dan mengajukannya ke panitera (PP), untuk diteliti. Petugas pencatat juga harus meneruskan berkas permohonan banding terdakwa kepada panitera muda untuk diperiksa kelengkapannya.

"Setelah itu panitera muda meneruskan ke panitera untuk diperiksa isi berkas dan tanda tangani," katanya.

Jika berkas sudah selesai diteliti, petugas pengadilan mengirimkan memori banding yang dimaksud ke pihak termohon (jaksa). Biasanya, setelah menerima berkas banding, pihak termohon (jaksa) akan mengirim berkas balasan, yaitu kontra memori banding ke pengadilan yang sama.

"Apabila termohon banding sudah mengajukan kontra memori banding kepada petugas pendaftaran pengadilan, maka pihak pengadilan mengirim
kontra memori tadi ke pemohon. Kemudian kedua berkas (pemohon dan termohon) bersama putusan, berita acara segala berkas dikirim ke Pengadilan tinggi (PT) Babel, setelah dinyatakan lengkap," kata Kiki.

Sepetti diketahui, Terdawsa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), dijatuhi vonis pidana 1 tahun 3 bulan. Putusan 15 bulan penjara yang dibacakan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka ini belum inkrah, karena Terdakwa Tubagus Budi Firbani menyatakan sikap pikir-pikir.

Vonis dibacakan, Selasa (9/1/2018) lalu intinya menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Terhadap putusan, terdakwa maupun penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir, dan setelah sidang berencana mengajukan banding.

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved