Neysia Bocah 12 Tahun Terkena Tumor di Kaki, Tidak Ada Biaya, Langkah Jadi Guru atau Ustazah Kandas

Sore itu, Neneng Nurlela (29) tidak bisa menahan air mata melihat buah hatinya Neysia Erwindi (12) tidak mampu berjalan seperti biasanya.

Neysia Bocah 12 Tahun Terkena Tumor di Kaki, Tidak Ada Biaya, Langkah Jadi Guru atau Ustazah Kandas
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Neysia Erwindi (12) menderita tumor kaki sebelah kiri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sore itu, Neneng Nurlela (29) tidak bisa menahan air mata melihat buah hatinya Neysia Erwindi (12) tidak mampu berjalan seperti biasanya.

Tumor yang menggerogoti kaki sebelah kiri Neysia menghentikan langkah siswi SD Negeri 14 Pangkalpinang tersebut. Keterbatasan biaya membuat Neneng harus mengubur impiannya menyaksikan sang putri mengejar cita-citanya, Senin (15/1/2018).

Mengenakan pakaian berwarna biru, Neysa duduk sembari meluruskan keduanya kakinya diatas kursi. Pembengkakan kaki kirinya sangat tampak bahkan tubuhnya kian mengurus. Melihat kondisi itu, Neneng merasa pilu dan berulang kali meneteskan air mata. Bagi Neneng, amputasi bukan satu-satunya jalan yang harus ditempuh dan berharap ada alternatif pengobatan lain.

Neneng mengungkapkan perasaannya begitu hancur saat mendengarkan buah cintanya bersama sang suami, Erwin (31) divonis mengidap tumor ganas.

Neneng Nurlela (29) dan Neysia Erwindi (12) menderita tumor kaki sebelah kiri
Neneng Nurlela (29) dan Neysia Erwindi (12) menderita tumor kaki sebelah kiri (Bangka Pos/ Idandi Meika Jovanka)

Perasaannya campur aduk, sedih, getir, emosi, marah menumpuk jadi satu kala mendengar kabar tersebut, dirinya langsung menangis tersedu-sedu seperti tidak percaya. Dunia terasa gelap bagi ibu dua anak tersebut, terutama saat kata-kata amputasi keluar dari mulut seorang Dokter.

“Namanya orang tua mendengar seperti itu, rasa mau pingsan, kecewa, kesal, mau marah bingung sama siapa, pokoknya serba salah. Saya bingung harus berbuat apa untuk Neysia. Apalagi kami orang tidak mampu sedangkan orang punya uang belum tentu bisa menanggung penyakit itu. Apalagi seorang gadis kecil yang masih menginjak bangku SD seperti Neysia,” ujar Neneng

Neneng menceritakan sekitar 6 bulan lalu, Neysa mengeluhkan letih setelah latihan drumband untuk merayakan HUT RI. Putrinya merasa pegal di area kaki, menganggap itu sesuatu hal yang biasa Neysa di pijat tradisional. Lalu, beberapa hari kemudian terjadi pembengkakan  dan langsung dibawa ke puskemas setempat.

“Awalnya dikira ada urat menggumpal dan diberikan obat, serta vitamin. Tak kunjung ada perubahan akhirnya dibawa ke Dokter. Setelah beberapa kali pengobatan tetapi tidak terdapat kemajuan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bakti Timah,” jelas Neneng

Setelah melakukan tes darah, ronsen, dan lain-lain ditemukan benjolan di kaki sebelah kiri Neysa. Dokter pun menyarankan dilakukan CT Scan, hanya saja biayanya yang mencapai Rp. 500.000,- membuat Neneng harus menghentikan pengobatannya. Ia pun memutuskan kembali ke RSBT dan mendapatkan bantuan CT Scan di sana.

Halaman
12
Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved