Video : Produsen Keripik Sukun Harapkan Segera Kantongi Sertifikat Halal

Kepala LPPOM MUI, Nardi Pratomo mengatakan hingga saat ini baru 484 produk UMKM dan IKM yang sudah mengantongi sertifikat halal

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Belum semua UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengantongi sertifikat halal pada produk yang diperdagangkan.

Kepala LPPOM MUI, Nardi Pratomo mengatakan hingga saat ini baru 484 produk UMKM dan IKM yang sudah mengantongi sertifikat halal.

"Yang sudah tersertifikasi di kami dari sejak dua tahun ada LPOM MUI 484 produk," kata Nardi, Senin (15/1).

Nardi menambahkan biaya menjadi salah satu alasan, masih banyak pelaku usaha belum membuat Sertifikat halal.

Selain itu, kesadaran untuk mengurus sertifikat halal masih rendah.

"Kesadaran masih belum terbangun, ketika mereka dengar ada biaya masih enggan mengurusnya. Padahal ini investasi bisnis, selain itu juga perlu sosialisasi lebih besar lagi," katanya.

Nurdin salah satu pelaku UMKM dengan Brand Stik sukun Bang Din mengatakan beberapa produknya belum mengantongi sertifikat halal dan PIRT lantaran masih dalam proses pengurusan.

"Kalau ayam cabe ijo ini sudah 1,5 tahun tapi untuk stik dan keripik sukun ini baru 2 bulan, belum punya PIRT dan halal. Saya baru tergabung di ikatan keluarga UMKM Babel Bersatu disitu saya baru tau, sekarang ini lagi proses menyiapkan persyaratan untuk PIRT dan Halal, mumpung gratis, karena kalau Sertifikat halal kalau bayar kan lumayan," katanya.

Ia mengatakan dirinya termotivasi untuk membuat perizinan ini pasalnya kerap ditanyai konsumen.

"Kalau dulu jarang yang nanya, kita jual masih biasa aja masih laku. Tapi sekarang mulai banyak yang nanya ini ada izinnya enggak ada label halal apa enggak, makanya saya mau ngurus, ada malah sempet enggak jadi beli karena enggak ada PIRT sama halalnya," katanya.

Menurutnya, jika produknya ingin menembus pasar nasional dan internasional juga harus memiliki izin yang lengkap.

"Kita kan maunya enggak hanya disini aja, tapi juga dijual ke luar dan ini harus lengkap, jadi harus diurus," tutupnya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved