Balon Walikota Ini Datangi Kediaman Neysa Bocah 12 Tahun Penderita Tumor

Tumor yang menggerogoti kaki kiri Nesya Erwindi buah hati pasangan Neneng Nurlela dan Erwin ternyata mendapat perhatian dari Saparudin

Balon Walikota Ini Datangi Kediaman Neysa Bocah 12 Tahun Penderita Tumor
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Bakal Calon Walikota, Saparudin ketika mengunjungi kediaman Neysa bocah 12 tahun penderita tumor di Kaki 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA –  Tumor yang menggerogoti kaki kiri Nesya Erwindi (12), buah hati pasangan Neneng Nurlela (29) dan Erwin (31)  ternyata mendapat perhatian dari Bakal calon Walikota Pangkalpinang 2018.

Disela-sela kesibukannya, Udin Sapaan Akrabnya mendatangi kediaman Neysa untuk mengetahui keadaan sekaligus memberi bantuan.

Saparudin begitu prihatin melihat kondisi kaki Nesya sudah tidak mampu lagi menompang tubuhnya. Terutama, Nesya masih anak-anak yang memiliki masa panjang dan harapan keluarga. Selain itu, ia juga mendengar bahwa siswa SD Negeri 14 itu memiliki kemampuan akademik yang baik terbukti dari riwayat peringkat kelasnya, Rabu (17/1).

“Permasalahan-permasalah sosial dan kesehatan yang menimpa masyarakat kurang mampu harus menjadi perhatian lebih bagi kita. Kebetulan, Gubernur Babel dan Baznas Babel telah memberikan bantuan dan fasilitas pengobatan. Selain itu, tentu membutuhkan doa dan bantuan dari seluruh masyarakat Bangka Belitung,” ujar Udin

Saparudin juga menyayangkan penanganan fasilitas kesehatan puskesmas yang terkesan lamban. Seharusnya, lebih cepat tanggap dalam memberikan rujukan dan rekomendasi pengobatan. Tidak wajar kalau hanya diberikan vitamin dan obat penahan rasa sakit, terutama penyakit ini telah menggerogoti selama 5 bulan lalu.

“Kedepannya, edukasi kesehatan harus lebih baik dan mencapai seluruh kalangan masyarakat terutama keluarga kurang mampu,” kata Udin

Selain itu, ia juga menyinggung perihal program home schooling bagi penderita tumor maupun penyakit lainnya yang tidak bisa menjalin sekolah seperti biasa. Menurutnya, anak-anak harus tetap mendapatkan edukasi dan pendidikan guna menumbuhkan semangat hidup. Sehingga, harus ada treatment khusus menangani anak-anak putus sekolah akibat menderita sakit tertentu.

“Kedepannya, kita harus memikirkan hal tersebut. Jika dari pusat ada dan telah disiapkan Yayasan Tumor ataupun Kanker maka pemerintah kota seharusnya bisa menjadi jembatan. Sebab, persoalan seperti ini bukan sekedar mencakup kota tetapi lingkup yang lebih luas,” imbuh Udin.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved