Breaking News:

Wawako Singgung Insentif Naik, Pengurus RT RW Tepuk Tangan

Insentif RT RW memang tak sebanding, sarana dan prasarananya juga kurang menunjang

Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: khamelia
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Wawako Pangkalpinang M. Sopian bersama pengurus RT RW yang baru dikukuhkan periode 2017-2020 di halaman Gedung Tudung Saji Kantor Walikota Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian sempat menyinggung terkait kenaikan insentif kepada pengurus rukun tetangga dan rukun warga Kota Pangkalpinang periode 2017-2020 saat pengukuhan RT RW, Rabu (17/1) di Gedung Tudung Saji Kantor Walikota Pangkalpinang.

Rencana menaikkan insentif yang terucap Wawako ini kemudian disambut tepuk tangan secara spontan oleh 469 orang pengurus RT RW yang hadir.

Diketahui saat ini insentif yang diberikan kepada pengurus RT RW sebesar Rp.350 ribu per bulan. Menurut Wawako Pangkalpinang, M. Sopian jumlah ini sebenarnya tak sebanding dengan kinerja RT RW.

"Kinerja bapak ibu para pengurus RT/RW akan tetap kami kaji dan review terutama dari sisi insentif atas kinerja yang bapak ibu berikan kepada masyarakat," ujar M. Sopian disambut tepuk tangan pengurus RT RW baru.

Meski berniat menaikkan insentif, M. Sopian mengaku bahwa rencana ini tak dapat direalisasikan segera karena alasan keterbatasan APBD.

"Insentif RT RW memang tak sebanding, sarana dan prasarananya juga kurang menunjang seperti air yang tergenang. Kita akan coba usulkan di perubahan anggaran agar nilai insentif bisa lebih dari sekarang ini paling tidak untuk biaya transportasi karena RW tugasnya keliling-keliling di RT," tukasnya,

Kepala Bidang Administrasi Pemerintah Kota Pangkalpinang, Irma Mutiasari menuturkan hingga saat ini pengurus RT dan RW mendapat insentif sebesar Rp. 350 ribu, tugas RT RW ini pun dibantu sekretaris, sehingga pemerintah kota Pangkalpinang turut membayar insentif sekertaris sebesar Rp.300ribu.

Tugas RT RW membantu pekerjaan Lurah antara lain menjaga ketertiban, pendataan dan memberikan laporan apabila terjadi konflik di wilayahnya.

"Kalau kepengurusan untuk tiga tahun kedepan lebih banyak dari pengurus RT RW lama yang dipercayakan kembali," terang Irma.

Proses pemilihan RT RW baru melalui proses musyawarah dan mufakat yang dipelopori oleh tim berisikan tujuh anggota.

Tim ini terdiri dari lima orang unsur masyarakat dan dua orang dari kelurahan. Sejak dua tahun lalu ajang reward bagi pengurus RW RT sudah ditiadakan.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved