Di Vonis 15 Bulan Penjara, Panglima Resmi Ajukan Banding, Ini yang Dilakukan PN Sungailiat

Kita sudah terima memori banding yang diajukan oleh pengacaranya. Memori banding ini kita lanjutkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Babel

Di Vonis 15 Bulan Penjara, Panglima Resmi Ajukan Banding,  Ini yang Dilakukan PN Sungailiat
Bangkapos/Fery Laskary
Tubagus Budi Firbani alisa Budi Tikal Alias Panglima saat menjalani sifang di PN Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), akhirnya resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Babel.

Upaya hukum untuk mendapatkan keadilan itu diajukan pengacaranya melalui Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PN Sungailiat Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II, R  Narendra Mohni kepada Bangka Pos Groups, Jum'at (19/1/2018).

"Bahwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima sudah resmi menyatakan banding," tegas Kiki, sapaan akrab R Narendra Mohni.

Hal itu dilakukan Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima karena dia merasa tak puas setelah Hakim PN Sungailiat pekan lalu menjatuhkan vonis 15 bulan penjara padanya.

Tubagus Budi Firbani kemudian satu pekan setelah vonis secara resmi menyatakan banding melalui pengacaranya.

"Kita sudah terima memori banding yang diajukan oleh pengacaranya. Memori banding ini kita lanjutkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Babel. Tinggal nanti kita tunggu apalagi jaksa akan menyerahkan kontra memori banding atau tidak," tegas Kiki.

Sebelumnya disebutkan, Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), dijatuhi vonis pidana 1 tahun 3 bulan.

Putusan 15 bulan penjara yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka dipimpin Jonson Parancis, Selasa (9/1/2018) lalu, belum inkrah, karena Terdakwa Tubagus Budi Firbani menyatakan sikap pikir-pikir.

Dalam amar putusan pekan lalu, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang  Darurat Nomor 12 Tahun 1951. 

Pihak Polres Bangka sebelumnya mengklaim, Tubagus Budi Firbani sebagai buronan. Pelarian  berakhir, setelah 2 tahun 7 bulan menghilang dan ditangkap di Jawa Barat.

Tubagus Budi Firbani alias Panglima alias Budi Tikal, dicari karena, Januari 2015 silam, dia diyakini menjadi 'otak' kerusuhan, sekaligus 'provokator' sehingga terjadi 'gerakan massa' bersenjata tajam (sajam). Kelompok pria bersajam yang dikordinir Budi Tikal, sebagian berasal dari kalangan warga Lingkungan Nelayan Sungailiat.

Korbannya adalah Caca Cs, penambang timah inkonvensional (TI) di Kolong Buaya Rambak Jeliti Sungailiat Bangka.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved