Ini Kata Edison Taher Soal Peristiwa Bullying di SMPN 3 Pangkalpinang

Kepala Dinas Kota Pangkalpinang Edison Taher menyikapi tindak bully di sekolah yang dilakukan siswa SMPN 3 Pangkalpinang.

Ini Kata Edison Taher Soal Peristiwa Bullying di SMPN 3 Pangkalpinang
Ist
Edison Taher 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Menyikapi adanya peristiwa perundungan atau bullying yang terjadi di SMP 3 Pangkalpinang, menurut Kepala Dinas Kota Pangkalpinang Edison Taher, pihak sekolah harus menghidupkan kembali parenting (pendidikan keluarga).

Dikatakan Edison sebenarnya sistem parenting sudah ada di sekolah-sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA.

Parenting sudah dilakukan di awal masuk saat sekolah mengundang orang tua siswa mengenakan lingkungan sekolah dan seminar pengetahuan yang mengundang anak dan orang tua. Dari parenting akan terjadi ikatan emosional antara sekolah, orang tua dan murid salah satunya terjadi proses bertukar nomor handphone guna saling berkomunikasi.

Baca: Miris, Siswi SMP di Pangkalpinang Jadi Korban Bullying Dipaksa Cium Kaki Temannya

"Guru hanya interaksi kalau ada masalah ini yang kurang tepat. Gurupun harus menjelaskan kondisi anaknya selama satu semester. Sekolah hendaknya memprogramkan paguyuban orang tua melalui berbagai kegiatan wisata bersama dan berkemah di sekolah," ujar Edison Taher kepada Bangka Pos, Jumat (19/1) di kantornya.

Siswa yang memiliki kecenderungan perilaku yang berbeda hendaknya mendapat perhatian dari guru bimbingan konseling (BK) agar mendapat pengawasan dan dibimbing.

Baca: Kepala Sekolah Akui Kasus Perundungan Sudah Diselesaikan Secara kekeluargaan

Masa-masa SMP dinilai Edison menjadi masa puberitas remaja yang ingin menunjukan dirinya dengan bermacam-macam perilaku yang harus diantispasi.

"Kita lihat kecenderungan akhir-akhir ini dengan adanya media sosial ada kadang2 melampiaskan sesuatu perasaan melalui media sosial. Padahal person to person bisa selesai masalahnya. Kembali lagi pada kesabaran dua belah pihak, yang salah sudah diberikan sanksi,"tambahnya.

Menurut Edison suatu waktu sekolah juga perlu mengadakan parenting soal undang-undang ITE agar semua pihak tak salah kaprah memanfaatkan media sosial.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved