Menguak Sisi Gelap Hollywood, Dari Pelecehan Seks Hingga Pemerkosaan Selebritis Top

Awalnya adalah sebuah artikel dari New Yorker yang mengangkat berita kesaksian dari beberapa wanita yang pernah menjadi korban pelecehan

Menguak Sisi Gelap Hollywood,  Dari Pelecehan Seks Hingga Pemerkosaan Selebritis Top
GETTY IMAGES
Asia Argento 

Lucia datang ke kantor yang isinya penuh dengan karyawan. Dirinya pun dibawa ke dalam ruang meeting dengan para eksekutif yang juga merupakan seorang perempuan. Hal tersebut membuatnya rileks, sehingga ketakutannya pun sirna.

Namun saat dirinya bertemu dengan Harvey, para eksekutif yang menemaninya pun pergi dan meninggalkannya hanya berdua dengan bos Hollywood itu.

Awalnya mereka berbincang tentang acara Project Runway yang akan diproduksi olehnya. Pada pembicaraan itu, Harvey kerap kali memuji tapi sekaligus merendahkan dirinya dengan mengatakan bahwa Lucia harus mengurangi berat badannya, sehingga Lucia merasa dirinya begitu kerdil di hadapannya.

Lalu kemudian Harvey mulai meraba dirinya dan memaksa Lucia untuk melakukan oral seks dengannya. Dirinya pun melawan dan berontak. Namun, Harvey yang badannya lebih besar bisa memaksakan kehendaknya. Terlebih lagi karena sebelumnya mental Lucia juga sudah dibuat drop, sehingga Lucia merasa tak berdaya melawan kehendak Harvey.

Akhirnya dirinya menyerah, karena ketakutan terhadap pemaksaan, juga takut karena pengaruh Harvey di dunia Hollywood, sehingga dirinya pun menyerah dan menjadi korban pelampiasan nafsu si monster ini.

Akibat kejadian itu, Lucia mengaku trauma sehingga hasratnya untuk menjadi aktris pun sirna. Dirinya bahkan sampai tidak bisa makan karena rasa malu dan mengingat perkataan Harvey yang menyebutnya gendut.

Sekarang Lucia Evans adalah seorang penyanyi, dan sekarang dirinya mendapatkan keberanian untuk menceritakan semua kasus pemerkosaan yang dilakukan Harvey pada dirinya.

Kesaksian Asia Argento

Kebuasan yang dilakukan oleh Harvey tidak hanya dilakukan pada calon aktris wanita pendatang baru saja, melainkan juga pada aktris yang sudah mapan.

Aktris seperti Asia Argento juga menjadi sasaran nafsu birahi Harvey.

Asia Argento adalah seorang aktris berbakat yang sudah bermain dalam beberapa film di Italia. Dirinya masuk ke perfilman Amerika lewat perusahaan milik Weinstein. Pada tahun 2002, Asia bermain dalam film xXx yang juga dibintangi oleh Vin Diesel.

undefined
Asia Argento menjadi korban Harvey sampai bertahun-tahun

Namun sebelumnya di tahun ‘90an, Asia bertemu dengan Harvey Weinstein yang saat itu berjanji akan membuat karirnya sebagai aktris akan semakin melejit di Hollywood. Tak terbayangkan di pikiran Asia Argento sebelumnya bahwa di tahun ‘90an itu akan menjadi mimpi terburuknya.

Asia bercerita bahwa pada tahun 1997, Harvey mengundangnya ke hotel du Cap-Eden-Roc di Perancis dan mengatakan bahwa akan ada pesta terkait film yang dibintangi Asia.

Namun saat dirinya tiba, dirinya tidak melihat ada pesta, melainkan hanya seorang produser yang kemudian menuntunnya pergi ke kamar untuk menemui Harvey.

Sama seperti modus sebelumnya, Asia pun ditinggal sendirian bersama Harvey yang hanya mengenakan jubah mandi.

Harvey memaksa Asia untuk memijit dirinya, sembari mengancam bahwa dirinya dapat mengatur karirnya jika menolak. Meski demikian, Asia terus menolak dan berontak melawannya.

Namun tubuh Harvey yang lebih kuat darinya berhasil melucuti rok yang dikenakannya dan melakukan oral seks pada diri Asia yang tak berdaya.

Asia terus berontak dan akhirnya pura-pura pingsan dengan harapan Harvey akan menghentikan aksinya. Namun, hal tersebut justru membuat Harvey lebih beringas dan menodai dirinya lebih jauh lagi.

Setelah kejadian itu, Asia Argento terus dibayangi ketakutan terhadap Harvey dan anak buahnya. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai bertahun-tahun. Karir Asia di tangan Harvey pun berjalan cukup baik, bahkan sampai Asia akhirnya dapat menyutradarai dan menulis film berjudul Scarlet Diva. Bukan kebetulan bahwa isi cerita dari film tersebut berdasarkan dari pengalaman buruknya saat diperkosa Harvey.

Setelah Harvey menyadari hal tersebut, amarahnya pun membuat karir Asia Argento langsung meredup. Sehingga film xXx merupakan film terakhir dirinya di Hollywood sebagai pemain utama.

Asia Argento bersedia menjadi narasumber artikel New Yorker yang ditulis Ronan Farrow. Kesaksian Asia menjadi penguat tuduhan terhadap Harvey yang membuatnya dipecat.

Kesaksian yang membongkar kejahatan seksual Harvey

Ambra Battilana Gutierrez adalah seorang pemenang ratu kecantikan di Italia.

Pada bulan Maret tahun 2015, dirinya bertemu dengan Harvey di acara radio yang diproduseri oleh Harvey. Di sana, Harvey mengatakan bahwa Ambra mukanya mirip dengan Mila Kunis.

Pihak agensi Ambra pun mulai mendapat kiriman e-mail dari kantor Harvey yang ingin mengadakan pertemuan bisnis dengan segera. Ambra pun memenuhi undangan tersebut, dengan harapan dirinya dapat meraih sukses di Hollywood lewat jasa Weinstein Company.

Lagi-lagi sama dengan modus sebelumnya, setelah sebelumnya ditemani oleh eksekutif wanita, Ambra pun mendapati dirinya hanya berduaan dengan Harvey.

undefined
Ambra Battilana Gutierrez, mantan ratu kecantikan Italia yang berani menyadap Harvey

Baca: Heboh Video Wakil Walikota Nyaris Adu Jotos dengan Kadis Tata Kota

Dirinya pun mengalami pelecehan seksual dari Harvey, di mana Harvey meraba payudara Ambra dan berusaha untuk membuka roknya.

Ambra berontak dan melawan usaha Harvey untuk menggerayangi dirinya.

Kali ini Harvey yang menyerah, dan memberikannya tiket Finding Neverland yang diproduserinya dan mengatakan bahwa dirinya akan menemui Ambra di sana, sembari mengingatkan Ambra bahwa dirinya sangat berpengaruh di Hollywood.

Namun, Ambra malah memberanikan dirinya untuk pergi ke kantor polisi dan melaporkan pelecehan yang dilakukan Harvey sebelumnya. Saat berada di kantor polisi divisi khusus korban pelecehan dan pemerkosaan, Ambra menerima telepon dari Harvey yang murka karena Ambra tidak menemuinya di bioskop.

Telepon tersebut turut diperdengarkan ke polisi dan Ambra pun diberikan penyadap untuk merekam semua pembicaraan yang akan dilakukannya dengan Harvey.

Pada pertemuan tersebut Ambra berhasil memancing Harvey untuk mengaku bahwa dirinya melakukan pelecehan terhadap Ambra. Bukan hanya itu, Harvey pun terekam saat mengancam dan memaksakan dirinya untuk memerkosa Ambra.

Dengan bukti rekaman tersebut, Ambra dan kepolisian pun berusaha untuk menjerat Harvey dengan hukum.

Namun, kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki oleh Harvey terlampau kuat. Sehingga kasus tersebut sempat gantung di pengadilan tanpa ada kejelasan.

Di saat yang bersamaan, tabloid dan media gosip pun menghajar reputasi Ambra dan mengaitkan dirinya dengan kasus lain yang melibatkan Perdana Menteri Italia saat itu, Silvio Berlusconi. Akibatnya kredibilitas Ambra pun menjadi hancur.

Kalau bukan karena artikel New Yorker, dan kesaksian berikut ini. Maka Harvey sudah pasti akan lolos dari perbuatannya.

Akhirnya, kesaksian yang membongkar semuanya

Kesaksian yang membongkar perilaku Harvey justru berasal dari perusahannya sendiri.

Pada tahun 2014, ada sebuah aduan ke bagian HRD Weinstein Company yang diajukan oleh seorang asisten bernama Emily Nestor.

Emily Nestor mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari Harvey langsung pada hari pertama dirinya bekerja di Weinstein Company.

Di hari pertamanya, Emily dikatakan oleh rekan sekerjanya sebagai ‘seleranya’ Harvey. Benar saja, pada saat Harvey datang ke kantor, dirinya langsung tergiur sewaktu melihat Emily.

Harvey pun langsung mengajaknya untuk menemaninya minum malam itu, namun Emily berusaha keras untuk menolaknya. Namun karena Harvey terus memintanya dengan gencar, akhirnya Emily menyanggupi untuk menemani minum tapi hanya di pagi hari sebelum kantor mulai. Dengan harapan Harvey akan keberatan.

Namun, di luar dugaannya, Harvey menyanggupinya sehingga Emily tidak bisa lagi menghindar. Emily pun terpaksa datang ke ruangannya, bahkan Emily sengaja berpakaian serba tertutup agar dapat mencegah kejadian yang tak diinginkan.

undefined
Weinstein Company, logo yang sering kita jumpai di awal film

Hal tersebut tidak menghentikan Harvey untuk menggerayanginya, meskipun Emily sudah berusaha sekuat tenaga untuk berontak.

Harvey malah sesumbar bahwa dirinya sudah menyetubuhi banyak wanita di dunia perfilman Hollywood, bahkan tidak sedikit yang kemudian menjadi aktris terkenal.

Pada saat Emily sudah hampir menyerah, tiba-tiba Harvey mendapat telepon. Telepon tersebut membuatnya murka dan lupa dengan Emily. Kesempatan tesebut diambil Emily untuk segera kabur dari ruangan tersebut.

Sekeluarnya dari sana, Emily langsung mengajukan komplain ke HRD. Sayangnya, tidak ada satupun orang HRD yang berani menindaklanjuti kasus tersebut.

Sehinga aduan komplain tersebut hanya menumpuk di arsip HRD perusahaan tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Emily pun langsung mengundurkan diri dan tidak berminat untuk meneruskan karir di Hollywood.

Namun, arsip komplain tersebut menjadi krusial. Karena seiring dengan munculnya kasus ini ke permukaan berkat artikel New Yorker tersebut, pihak kepolisian yang menangani kasus Ambra pun melakukan penggeledahan di kantor Weinstein Company.

Di mana mereka menemukan aduan komplain dari Emily Nestor tersebut. Sehingga mereka menemukan bukti yang lebih memberatkan Harvey.

Para aktris terkenal pun memberanikan diri

Setelah kasus ini muncul ke permukaan, akhirnya semakin banyak pula para korban yang memberanikan diri untuk mengadu bahwa mereka menjadi korban pelecehan ataupun pemerkosaan oleh Harvey.

Sebut saja Ashley Judd, Ross McGowan, Mira Sorvino, Gwyneth Paltrow, sampai Angelina Jolie mengatakan bahwa mereka menjadi korban Harvey.

Berdasarkan kesaksian dari 13 wanita yang menjadi korban Harvey Weinstein, akhirnya kasus ynag dibawa menjadi lebih kuat.

Para wanita ini terdiri dari gabungan aktris, karyawan, maupun orang di dalam industri perfilman Hollywood yang dijamah Harvey.

undefined
Ashley Judd, (atas kiri) Gwyneth Paltrow (atas kanan), Angelina Jolie (kiri bawah), Mira Sorvino (kanan bawah)

Tidak berhenti di situ saja, para korban yang tadinya diam karena takut ataupun karena dibayar oleh Weinstein pun akhirnya semakin banyak yang angkat bicara.

Hal tersebut memaksa tiga pejabat tinggi di perusahan Weinstein Company untuk mengundurkan diri. Dan tak lama kemudian, Harvey Weinstein pun dipecat dari perusahaan yang didirikannya.

Selanjutnya, Harvey Weinstein harus bertanggung jawab terhadap kejahatan yang dilakukannya. Dirinya bisa menghadapi tuntutan penjara sampai belasan tahun.

Efek besar terhadap dunia perfilman Hollywood

Kasus ini tentunya bagaikan membuka luka lama yang sudah membusuk, sehingga semua kebusukan di dalam industri ini pun muncul ke permukaan.

Banyak tokoh yang mempertanyakan mengapa kejahatan selama puluhan tahun ini bisa dibiarkan terjadi? Mengapa seorang produser film bisa demikian menorehkan ancaman ketakutan sehingga tidak ada yang berani melawannya?

Dan pertanyaan yang paling penting adalah: siapa lagi yang terlibat?

undefined
Rose McGowan menerima uang suap dari Harvey Weinstein agar tetap bungkam

Aktris seperti Jennifer Lawrence mengatakan bahwa ada lebih banyak lagi korban yang tidak berani bicara karena takut namanya ternoda.

Bahkan Rose McGowan menuduh aktor pria seperti Matt Damon, Ben Affleck, Casey Affleck, dan Russel Crowe dalam menutup-nutupi dosa Harvey Weinstein.

Yang pasti, kasus ini akan membawa perubahan di dalam industri perfilman Hollywood.

Semoga ke depannya, praktik seks di industri entertainment bisa diakhiri. (*)

(Grid.ID / Kama Adritya)

Editor: tidakada016
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved