Komisi III DPRD Bangka Minta PT BAA Segera Atasi Bau Limbah yang Menyegat

Komisi III DPRD Kabupaten Bangka didampingi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka mendatangi PT Bangka Asindo Agri (BAA) di Kelurahan Kenanga

Komisi III DPRD Bangka Minta PT BAA Segera Atasi Bau Limbah yang Menyegat
Bangka Pos / Nurhayati
Kunjungan Komisi III DPRD Kabupaten Bangka bersama pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka ke Pabrik Tapioka PT Bangka Asindo Agri, Senin (22/1/2018) di Kelurahan Kenanga. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Komisi III DPRD Kabupaten Bangka didampingi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka mendatangi PT Bangka Asindo Agri (BAA) di Kelurahan Kenanga.

Kedatangan para wakil rakyat tersebut, terkait dengan adanya keluhan masyarakat mengenai kondisi pencemaran bau dari limbah pabrik tapioka yang hingga saat ini masih menyengat.

Tim diterima langsung Humas PT BAA, Sulaiman, Kepala Admistrasi PT BAA Rida dan Kepala Pabrik PT BAA Koni.

Tim Komisi DPRD Kabupaten Bangka diketuai Hendra Yunus meminta ada progres dari pihak pihak PT BAA menindaklanjuti masalah pencemaran bau dari limbah pabrik agar tidak membuat masyarakat resah.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bangka, Firdaus Djohan mengatakan kedatangan mereka lantaran mendengar laporan dari masyarakat yang terkena bau. Kedatngan mereka buka bermaksud menutup pabrik, tetapi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Terlebih lagi, keberadaan PT BAA sangat dekat dengan pemukiman penduduk.

" Kami bukan mau menutup pabrik. Kami, mau laporan masyarakat harus ditanggapi. memang ini sudah menjadi PR pemkab Bangka termasuk Dinas Lingkungan hidup. Apalagi keberadaan pabrik dekat pemukiman warga, tapi mau bilang apa sudah ada izinya dari pemerintah daerah,"  ujarnya.

Namun dalam mencari solusi, Firdaus berharap pihak pabrik juga tidak dirugikan.  Karena keberadaan pabrik tapioka juga dapat membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat yang menampung hasil singkon para petani.

Dikatakannya, apapun keputusan pemerintah daerah pihaknya mensupport tetapi jangan sampai juga pabrik tidak bisa mengatasi masalah bau limbah ini.

"Kami sebagai wakil rakyat tidak tinggal diam. Apalagi momen pilkada ini, jadi sasaran tembak semua. Harus ada progres yang disampaikan ke masyarakat. Saya ke kampung masalah bau tetap ada cuma bisa diminimalisir. Masyarakat di bawah tidak bisa menunggu harus ada ketegasan. Masalah ini jangan jadi bumerang terus bagi Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD. Pabrik supaya mengatasi bau. Kita ingin cari solusi dan ada solusi dari pemerintah daerah," pinta politisi dari Partai Nasdem ini.

Diakuinya, eksekutornya dari pemerintah daerah ada di tangan bupati, namun tidak mungkin akan mengambil langkah ekstrem. Kalau PT BAA tidak menangani dengan baik masalah pencemaran bau dari limbah pabrik tapioka tersebut akan jadi bumerang.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Theresia Riniati Sajuni menyambut baik keberadaan investor menanamkan investasi di Kabupaten Bangka dengan mendirikan pabrik tapioka. Namun dia berharap pihak PT BAA bisa mengatasi polusi udara adanya bau dari limbah pabrik tapioka tersebut.

"Soal bau polusi udara memang tidak mungkin 100 persen baunya bisa hilang. Kita berharap agar perusahaan bisa mengatasi masalah bau ini," ucapnya.

Hal senada dikatakan  Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bangka M Fauzi  yang menilai masalah pencemaran bau limbah pabrik tapioka ini masalah krusial.

Politisi dari PPP ini mengingatkan jangan sampai masyarakat bergerak melakukan perlawanan. Untuk itu Fauzi minta PT BAA bisa mengatasi masalah bau limbah pabrik tapioka.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved