Minggu, 26 April 2026

25 Tahun Menjadi Guru "Walaupun Setitik Debu Tapi Bisa Mengantarkan Anak Meraih Cita-cita"

Tidak banyak guru atau pegawai yang dapat mencapai karir pendidikan di Tunas Karya selama 25 tahun.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: khamelia
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Kepala Sekolah SMP Paulus Lukas Parjiyo saat bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Edison Taher dan Ketua Yayasan Tunas Karya, Pastor Servasius Sameul di acara perayaan pesta pelindung sekolah Santo Paulus 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- "Selama 34 tahun saya berkarya tidak dirayakan, saya jadi iri," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher sembari tersenyum saat perayaan pesta pelindung sekolah Santo Paulus, sekaligus merayakan dedikasi Kepala Sekolah SMP Paulus Lukas Parjiyo yang sudah menjadi pendidik selama 25 tahun.

Tahun 1992 Lukas Parjiyo merantau ke Pulau Bangka di usia 22 tahun untuk menjadi guru. Lulusan IKIP Negeri Yogyakarta jurusan Bahasa Indonesia ini sempat dimutasi mengajar di sekolah-sekolah yang dinaungi Yayasan Tunas Karya.

Awal karir di dunia pendidikan berawal dari mengajar salah satu sekolah di Belinyu selama enam tahun, kemudian berpindah ke sekolah Yayasan Tunas Karya di Pangkalpinang.

Ia menceritakan banyak teman-teman seangkatannya di keguruan yang memilih bekerja di sekitar Pulau Jawa dan Sumatera. Namun karena saat itu ingin mencoba pengalaman baru dan mengaku anti-mainstream (ingin menentang arus), Lukas akhirnya memilih mengajar di Pulau Bangka. Pria kelahiran 5 April 1969 ini mengaku tak terasa menjalani karir guru selama 25 tahun.

"Saya merasa nyaman dengan dinamika bekerja setiap harinya. Banyak suka daripada dukanya karena masing-masing siswa memiliki keunikan. Saya paling senang bisa melihat siswa yang sudah lulus berkarya ke sana sini. Walaupun setitik debu, tapi bisa mengantarkan anak-anak meraih cita-citanya," ungkap Lukas Parjiyo kepada Bangka Pos, Selasa (23/1) di SMP Paulus Jalan Lembawai Pangkalpinang.

Selama 25 tahun di dunia pendidikan, Lukas mengatakan terdapat perbedaan terutama melihat perbedaan karakter antara siswa dulu dan siswa kekinian.

Ia menilai siswa dulu relatif sungkan dan menjaga jarak dengan guru, berbeda dengan siswa kekinian yang lebih supel dan ekspresif.

Ketua Yayasan Tunas Karya, Pastor Servasius Sameul mengatakan tidak banyak guru atau pegawai yang dapat mencapai karir pendidikan di Tunas Karya selama 25 tahun.

"Kita rayakan untuk memberi apresiasi mendalam. Pasti banyak kesulitan dan persoalan yang sudah dihadapi namun dari usia 25 tahun mengabdi, kita jadi bisa mengukur tingkat kesetiaan dan komitmennya (Lukas Parjiyo) terutama kepada Yayasan Tunas Karya," ujar Pastor Servasius Sameul

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved