Belasan Tahun Jadi Guru Honorer, Ini Kekhawatiran Dwi Jika Ada Penerimaan CPNS

faktor umur yang akan mencapai 35 tahun membuatnya khawatir tidak bisa mengikuti test. Sehingga ia berharap ada kebijakan

Belasan Tahun Jadi Guru Honorer, Ini Kekhawatiran Dwi Jika Ada Penerimaan CPNS
bangkapos/idandimeikajovanka
suasana SMP Negeri 5 Pangkalpinang saat jam istirahat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Guru bimbingan konseling honorer di SMP Negeri 5 Pangkalpinang, Dwi Artati mengungkapkan harapannya diangkat menjadi guru PNS.

Sebab, ia merasa khawatir impiannya akan kandas akibat faktor umur yang semakin bertambah.

Sehingga, ia menyuarakan supaya pemerintah memberikan kebijakan bagi guru honorer yang telah mengabdi.

Memulai karirnya menjadi guru honorer sejak 2015 lalu, Dewi Artati mengaku tidak kesulitan menjalankan pekerjaannya menjadi tenaga honor.

Hanya saja, faktor umur yang akan mencapai 35 tahun membuatnya khawatir tidak bisa mengikuti test. Sehingga ia berharap ada kebijakan terhadap hal tersebut.

“Saya sangat berharap bisa diangkat menjadi PNS,” ujar Dwi.

Baginya, Kewajiban antara guru honorer dan guru PNS itu sama saja. Metode, strategi, maupun model pembelajaran bisa diterapkan sesuai kreativitas guru masing-masing tanpa peduli statusnya PNS atau bukan.

Ia menyarankan pemerintah mempunyai pertimbangan terhadap guru honorer yang sudah berpengalaman mengajar buat diangkat menjadi PNS.

Selain itu, lebih baik mengutamakan putra-putri daerah. Daripada banyak orang luar mendapatkan pekerjaan, sementara penduduk lokal mengganggur.

“Berbicara mengenai penghasilan selama ini, Alhamdullah dibayar tepat waktu dan jumlahnya berdasarkan peraturan pemerintah daerah,” jelas Dewi.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved