Hindari Stres Hingga Turunkan Berat Badan, Inilah 9 Cara Mendapatkan Detak Jantung yang Sehat

Menurunkan detak jantung adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Hindari Stres Hingga Turunkan Berat Badan, Inilah 9 Cara Mendapatkan Detak Jantung yang Sehat
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Ftness tracker bisa membantu kita melihat detak jantung, baik saat istirahat maupun saat berolahraga.

"Dengan mengukur detak jantung saat berolahraga, kita bisa memastikan peningkatan detak jantung untuk mencapai angka yang ideal."

"Alat semacam ini juga bisa digunakan untuk menghindari olahraga yang berlebihan bagi jantung," kata Palinski-Wade.

Baca: Lupus, Penyakit Berbahaya yang Sering Menyerang Wanita, Ini 15 Gejalanya

5. Mengonsumsi potasium

Detak jantung yang tidak normal bisa menjadi indikasi tubuh kita kekurangan potasium. Level potasium rendah bisa memicu detak jantung yang kencang.

Mengonsumsi makanan tinggi potasium—atau yang juga dikenal dengan nama kalium, lebih baik daripada mengonsunsi suplemen.

"Tidak hanya pisang, tapi sayuran berdaun hijau, tomat, kentang, dan alpukat juga mengandung potasium," kata dia.

Alpukat juga bisa menurunkan kolesterol. Menurut Harvard Medical School, kolesterol tinggi menghambat aliran darah, yang menyebabkan kerja jantung menjadi lebih keras dan cepat.

6. Makan ikan

Cobalah mengonsumsi asam lemak omega 3 yang ditemukan pada salmon dan ikan-ikan lainnya.

Meskipun penelitian telah menggabungkan efek omega 3 untuk kesehatan jantung, penelitian juga menunjukkan bahwa gizi yang terkandung di dalamnya efektif dalam mengurangi detak jantung.

"Setidaknya 3 ons lemak ikan per sajian bisa memberikan manfaat untuk mengurangi detak jantung," ujar Palinski-Wade.

Baca: Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Bisa Jadi Ada Pendarahan di Otak Anda

7. Mengurangi stres

Setiap orang merasakan jatung yang berdebar lebih cepat ketika emosi, misalnya saat akan berkelahi. Namun, pada stres kronis, kondisi itu bertahan untuk waktu yang lama.

Meski tidak ada korelasi yang jelas antara dampak stres dan jantung, sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara stres dan peningkatan detak jantung.

Untuk jangka pendek, bernapas dalam-dalam, visualisasi, dan teknik relaksasi lainnya bisa membantu menurunkan tensi detak jantung.

Untuk jangka panjang, kita perlu berusaha mengurangi stres atau masalah kesehatan mental lainnya yang menyebabkan stres.

8. Yoga dan meditasi

Salah satu cara terbaik mengurangi stres dan penyakit jantung adalah praktik yoga dan meditasi.

Yoga telah diakui sejumlah penelitian mampu mengurangi stres dan meningkatkan fungsi kardiovaskular.

Baca: Mama Mesti Waspada, Ini 4 Makanan yang Berbahaya Buat Otak

Meskipun yoga tidak meningkatkan detak jantung seperti olahraga lain seperti aerobik,  penurunan stres yang dihasilkan bisa berdampak baik terhadap jantung.

Harvard Medical School melansir, mempraktikkan meditasi atau teknik mengurangi stres lainnya bisa mengistirahatkan detak jantung untuk waktu yang lama.

9. Tidur yang baik dan cukup

Richard Shane, pakar masalah tidur sekaligus pendiri Sleep Easily Method, mengatakan, saat kita kurang tidur, detak jantung tak memiliki waktu yang cukup untuk menurunkan tekanan darah ke level yang diperlukan.

Kondisi ini menyebabkan tekanan darah meninggi.

Menurut The National Sleep Foundation, penelitian menunjukkan, mereka yang tidur kurang dari 6 jam sehari memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung.

Cobalah tidur 7-9 jam sehari untuk mambantu detak jantung berada di zona yang pas. (Kompas.com/Nabilla Tashandra/Reader's Digest)

Artikel ini sebelumnya diterbitkan Kompas.com berjudul Ayo, Perlambat Detak Jantung demi Hidup Sehat...

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved