Siap-siap Saksikan Fenomena Langka Nan Cantik Super Blue Blood Moon, Waspada Rob

Fenomena ini merupakan fenomena langka karena akan terulang lebih dari 100 tahun untuk di Amerika, sementara wilayah

Siap-siap Saksikan Fenomena Langka Nan Cantik Super Blue Blood Moon, Waspada Rob
Getty
Masyarakat melihat keindahan supermoon dari Fremantle War Memorial di Monument Hill, London, Inggris, Senin (14/11/2016) 

BANGKAPOS.COM--Fenomena alam nan langka yang terjadi pada tahun 1992 silam kembali menyapa Indonesia Tanggal 31 Januari 2018.

Pada tanggal tersebut akan terjadi Fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total, yaitu posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus .

Dikutip dari situs bmkg.co.id, kejadian Gerhana Bulan Total dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia.

Fenomena ini merupakan fenomena langka karena akan terulang lebih dari 100 tahun untuk di Amerika, sementara wilayah Indonesia 36 tahun (30-31 Desember 1982) sehingga masyarakat diharapkan melihat atau mengamati fenomena ini dan bukan dijadikan sesuatu yang menakutkan.

Kepala BMKG, Dr. Dwikorita Karnawati, Ph.d menjelaskan didepan media massa, Senin (29/1/2018) siang bahwa pengamatan ini dapat dilihat secara ideal dari daerah perbatasan mulai dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga daerah yang berada di sebelah Barat Sumatera, yaitu melintas di Samudera Hindia yang berada sebelah Barat Sumatera yang merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana penumbra berlangsung.

Selain itu, lokasi yang ideal untuk mengamati fenomena ini di Observatorium Boscha (Lembang), Pulau Seribu, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Planetarium, Museum Fatahilah, Kampong Betawi, Satu babakan, serta Bukit Tinggi. Selain itu juga dilakukan pengamatan di 21 titik pengamatan hilal.

Bahkan, di Makasaar dan Jam Gadang Bukit Tinggi pun terdapat event nonton bersama Super Blue Blood Moon.

Meskipun fenomena ini merupakan fenomena langka, namun masyarakat harap mewaspadai tinggi pasang maksimun hingga mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari.

Fenomena ini pun juga dapat mengakibatkan surut minimum mencapai -100-110 cm yang terjadi pada 30 Januari-1 Februari 2018 di Pesisir: Sumatera Utara, Barat, Sumatera Barat, Selatan Lampung, Utara Jakarta, utara Jawa Tengah, Utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Dwikorita menegaskan bahwa tinggi pasang maksimum ini akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.

Halaman
123
Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved