Pasokan Bekurang, Warga Sulit Dapatkan BBM Premium ke Beltim

BBM jenis premium sulit diperoleh di tingkat pengecer di Kecamatan Manggar dan sekitarnya.

Pasokan Bekurang, Warga Sulit Dapatkan BBM Premium ke Beltim
ist
Warga membeli premium eceran di Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Rabu (31/1/2018) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniaw

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR- BBM jenis premium sulit diperoleh di tingkat pengecer di Kecamatan Manggar dan sekitarnya. Jikalau pun ada premium, pembeli langsung menyerbu dan stoknya cepat habis.

Kelangkaan juga terjadi di dua SPBU di Kecamatan Manggar, tak sampai dua jam, 8 kiloliter premium langsung ludes. Bahkan di SPBU Padang, yang stok premium sehari 16 kiloliter juga tak bersisa hingga sore hari.

Rilis pers Diskominfo Beltim Rabu (31/1/2018) melaporkan, kondisi ini disinyalir terjadi mulai dua minggu belakangan ini. Adanya pengurangan jatah premium di SPBU dan penggunaan premium oleh tambang inkonvensional (TI) dianggap jadi salah satu penyebab.

Penanggungjawab SPBU Padang, Jumhari mengakui adanya pengurangan jatah premium. Pengurangan cukup drastis, dari sebelumnya 120 kiloliter seminggu jadi hingga 72 kiloliter.

“Biasanya kita pas Senin, Kamis dan Sabtu dapat 4 mobil (32 kilo liter). Sekarang berkurang jadi hanya Senin sama Sabtu, itu pun jatahnya tiga mobil (24 kilo liter), kalau hari lainnya tetap dua mobil (16 kiloliter),” ujar Jumhari  seperti dikutip dalam rilis pers tersebut.

Pria yang biasa dipanggil Mandor itu menyatakan kondisi ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Beltim saja tetapi di seluruh Indonesia. Ia memperkirakan adanya upaya penghapusan, membuat pertamina perlahan-lahan mulai mengurangi jatah premium.

“Kebijakan pemerintah ini, mau menghilangkan premium. Makanya jatah premium kita dikurangi. Di Bangka sudah lama terjadi,” kata Mandor.

Selain itu, Mandor menuturkan jika hilangnya pasokan premium di tingkat pengecer juga disebabkan karena banyak penambang TI beralih ke premium. Premium digunakan untuk mesin pompa robin TI.

“Yang nambang sekarang banyak pakai robin, belinya sering di eceran. Makanya solar kita dak laku, sepi pembeli,” kata dia.

Halaman
123
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved