Breaking News:

Leisure Bangka Belitung

Bebatuan dan Goa Burung Walet di Bangka Buat Decak Kagum Wisatawan Jepang dan Inggris

10 industriawan Jepang dari Hitachi Heavy Industries dan seorang Inggris dari Asia Infrastructure Corporation Kagum Pulau Bangka

Penulis: Herru Windharko | Editor: M Zulkodri
Istimewa
Tim dari Hitachi Jepang, AIC dan Urdi menyelusuri goa berisi burung walet di Pulau Begadung. 

Kegiatan yang cukup mendebarkan dialami rombongan wisatawan ketika memasuki goa dengan kedalaman tiga meter. Goa yang terletak di tebing pulau ini dihuni burung walet dan menjadi ‘aset’ (kekayaan) Pulau Begadung.

Dipercaya ada ‘penunggunya’ maka tak seorang pun yang berani mengambil sarang walet berharga tinggi itu. Abang S Wanto (65), ahli waris empunya Pulau Begadung, menjelaskan di pulau ini taka da yang berani berkebun; terkecuali keluarga ahli waris yang hendak bercocok tanam.

“Tak usah takut memasuki goa, atau menyelusuri dan naik ke atas pulau. Di sini tidak ada binatang buas, sehingga tak heran penyu suka bertelur di sini,” ujar Abang S Wanto.

Usai keliling pulau, menyelusuri goa dan makan siang, wisatawan Jepang, Inggris dan tim Urdi tak sabar ‘menikmati’ laut Pulau Begadung. Didampingi mahasiswa UBB, mereka lalu ramai-ramai menceburkan diri ke laut untuk berenang (swimming), menyelam (diving) dan snorkeling.

Selain mendirikan baliho, bersih-bersih pantai, memasuki goa dan mengelilingi Pulau Begadung, dalam rangkaian kunjungan wisatawan Jepang dan Inggris ini tim UBB menyumbang dua tempat penuangan sampah kepada warga masyarakat.

Rabu petang semua rombongan kembali ke Tanjungpura menggunakan perahu nelayan. Rombongan Jepang, Inggris dan Urdi serta tim UBB kemudian kembali ke Kota Pangkalpinang.

Kamis pagi perjalanan dilanjutkan ke marine geopark di pulau-pulau kecil di Bangka Selatan.

Tim dari Jepang terdiri dari Yusuke Higaki (Asian Infrastrukture Corporation), Daiki Komatsu (Hitachi Research Laboratory), Kenji Abe (Hitachi Public System), Masahiro Matsunaga (Hitachi HQs), Sosho Oikawa (Hitachi System Business Unit), Nahoko Takada (Hitachi Research Laboratory), Nironori Sato (Hitachi Public System), Ryota Takao (Hitachi Public System) dan YuskiSugahara.

Sementara staf AIC asal Inggris adalah Roddy, dan tim Urdi masing-masing Firman K Hamdanai, Freieda Fidia, Mutia dan Ivo Setiono. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved