Dua Pabrik Tapioka Dibangun Investor, Bupati Luncurkan Program Singkong Rakyat Sejak Tahun 2015

Setiap minggu minimal 15 truk yang mengirim singkong ke Lampung. Kualitas ubi kasesa Bangka ditunggu

Dua Pabrik Tapioka Dibangun Investor, Bupati Luncurkan Program Singkong Rakyat Sejak Tahun 2015
Bangkapos/Nurhayati
Pimpinan Bank Sumsel Babel Sadikin Syamsumin disaksikan Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman menyerahkan secara simbolis pembiayaan Kredit Singkong Rakyat (KSR) kepada kelompok tani pelaksana, Sabtu (3/2/2018) di Desa Saing Kecamatan Puding Besar. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman menjelaskan bahwa program singkong rakyat sudah diluncurkan Bupati Bangka H Tarmizi Saat sejak tahun 2015 lalu. 

Dimulai dengan antusiasnya masyarakat menanam singkong kasesa dimana produknya harus setor ke Lampung karena di Bangka belun punya pabrik tapioka.

"Setiap minggu minimal 15 truk yang mengirim singkong ke Lampung. Kualitas ubi kasesa Bangka ditunggu di Lampung karena yang ditanam kualitas nomor satu. Pihak pabrik yang mengatakan bukan saya. Pihak pabrik di Lampung orang Bangka asli Pak Abo dan Pak Irwan," jelas Kemas pada acara tanam, panen dan penyerahan secara simbolis dana Kredit Singkong Rakyat, Sabtu (3/2/2018) di Desa Saing Kecamatan Puding Besar.

Menurutnya, pasokan ubi kasesa dari Bangka ke Lampung cukup banyak harganya Rp 1.200 perkilogram, yang diterima petani hanya Rp 500 kareba ongkos angkut tinggi sebesar Rp 600 perkilogram.

Untuk itu atas inisiatif bupati mengundang orang Bangka yang memiliki pabrik tapioka di Lampung untuk membangun pabrik tapioka di Bangka.

Sekarang sudah berdiri dua pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri dan PT Sinar Baturusa Prima.

"Kapasitas dua pabrik tapioka ini minimal 1.000 ton. Untuk PT Bangka Asindo Agri 200 ton perhari hanya permasalahan limbah jadi dikurangi kapasitasnya. Di Puding Besar pabrik tapioka PT Sinar Baturusa Prima kapasitasnya 800 ton per hari," ungkap Kemas.

Oleh karena itu Pemkab Bangka bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel buat program KSR. Bank Sumsel Babel siap memfasilitasi pendanaannya. 

Sekarang ini KSR sudah berjalan di dua desa di Tiang Tara seluas 15 hektar dan Saing 14 hektar.

"Mudah-mudahan ini tahap pertama akan ada tahap selanjut," harap Kemas.

Saat ini di Desa Saing menurutnya, sudah mensuplai singkong ke pabrik tapioka sebesar 300 ton.

"KSR berjalan masyarakat sudah menanam. Tiap hari tanam, tiap hari panen," kata Kemas.

Sedangkan di Kabupaten Bangka menurutnya sudah merealisasikan penanaman dengan KSR total seluas 147 hektar dimana untuk Sungailiat tertinggi seluas 180 hektar, di Riausilip  seluas 168 hektar dan Merawang seluas 38 hektar.

"Ini baru yang tercatat.  Ini terus dilaksanakan sampai masyarakat bisa merubah kesejahteraannya bukan hanya lada, sawit, karet, padi tapi ubi kasesa. Mohon dukungan masyarakat," harap Kemas.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved