Takut Mengganggu Ekosistem Ikan, Nelayan Keluhkan Kapal Tenggelam Diperairan Koba

Beberapa nelayan asal Koba mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengeluhkan soal kapal pengangkut pupuk

Takut Mengganggu Ekosistem Ikan, Nelayan Keluhkan Kapal Tenggelam Diperairan Koba
Ist
Kapal pembawa pupuk yang tenggelam di perairan koba 

Laporan Wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa nelayan asal Koba mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng). Kedatangan perwakilan nelayan ini sebagai bentuk aspirasi menyampaikan aduan dan keluhan terkait tenggelamnya kapal pengangkut pupuk di perairan Koba.

Kapal tersebut merupakan kapal pengangkut pupuk Bone Jasa Ola yang berangkat dari Lampung dengan tujuan pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang.

Separuh bagian kapal tersebut kandas usai menabrak karang di perairan laut Koba, Bateng.

Akibatnya puluhan ton pupuk yang berada didalam kapal terendam air laut, sedangkan posisi kapal masih mengapung tak dapat bergerak karena tertahan karang.

Nelayan pun meminta pemerintah agar dapat menindaklanjuti kapal yang kandas bermuatan pupuk itu usai menabrak karang dengan rute Lampung menuju pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman Ketua DPRD Bateng yang menyambut kedatangan para nelayan itu di ruang kerjanya mengatakan, nelayan menjelaskan akibat kandasnya kapal itu menyebabkan kerusakan karang dibawahnya.

"Ini kan wilayah provinsi, kita dari DPRD meminta Pemprov Babel melalui pak Gubernur agar mengatasi permasalahan ini. Minimal dapat mencari solusinya, agar pupuk ini tidak mencemari perairan," ujarnya Selasa (6/2/2018).

Algafry khawatir akibat kandasnya kapal bermuatan pupuk diperkirakan puluhan ton itu membuat kerusakan pada ekosistem laut, padahal titik koordinat kandasnya kapal itu merupakan wilayah nelayan mencari ikan setiap harinya.(*)

Penulis: Evan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved