Terduga Cabuli Dua Bocah Nasib Om Nun di Ujung Tanduk

Sofyan alias Om Nun, terancam bui. Pria asal Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Bangka ini segera diadili.

Terduga Cabuli Dua Bocah Nasib Om Nun di Ujung Tanduk
tribun jogya
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sofyan alias Om Nun, terancam bui. Pria asal Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Bangka ini segera diadili. Jaksa akan mendakwanya di 'meja hijau', Selasa (13/2/2018) mendatang.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II Pengadilan, R Narendra Mohni kepada Bangka Pos Groups, Selasa (6/2/2018) mengaku pihaknya sudah menerima berkas perkara tersebut.

Berkas atau surat dakwaan sudah diserahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka kepada Panitera PN Sungailiat, beberapa hari lalu.

Dalam berkas JPU disebutkan, perkara yang bakal diadili, terkait dugaan kasus pencabulan anak usia bawah umur, melanggar Undang-Undang RI tentang Perlindungan Anak.

Tersangka atau calon terdakwa menjalani masa tahanan di rumah tahanan, selama proses hukum bergulir.

"Atas nama (tersangka) M Muhamad Sofyan alias Om Nun bin H Saleh Adjong," kata Kiki, sapaan akrab R Narendra Mohni.

Dalam berkas juga disebutkan, bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yoga Pamungkas, sekaligus menjabat Kasi Intel Kejari Bangka. Sedangkan Majelis Hakim yang ditunjuk Ketua PN Sungailiat mengadili perkara ini masing-masing, Ketua Mejelis, M Solihin, Jhon Paul dan Derit, sebagai anggotanya.

"Ditetapkan jadwal sidang pertama, Selasa, Tanggal 13 Februari 2018," katanya.

Dilansir sebelumnya disebutkan, Muhamad Sofyan alias Om Nun (35), Warga Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Bangka, ditangkap, Minggu (22/10/2017) dinihari.

Pria ini disergap anggota Polsek Merawang di sebuah rumah kontrakan di Jakarta Pusat.

Dalam penyidikan, terungkap oleh polisi, ternyata ada dua bocah korban cabul diduga dilakukan oleh tersangka M Sofyan alias Om Nun (35).

Kedua korban dipastikan telah memberikan pengakuan yang sama, walau dibantah oleh tersangka di hadapan polisi saat proses penyidikan baru dimulai, Senin (23/10/2017) lalu.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved