Pasang Target 1.311 Investor, BEI Kembangkan Sosialisasi Pasar Modal di Belitung

Kita akan mengedukasi mahasiswa di kampus termasuk Belitung soal investasi saham, soalnya selama ini kita masih

Pasang Target 1.311 Investor, BEI Kembangkan Sosialisasi Pasar Modal di Belitung
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Pangkalpinang Yoseph Kaburuan saat Media Gathering Pasar Modal Indonesia, Kamis (8/2) di Restoran Bebek Tepi Sawah 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang, investor pasar modal selama 2017 dari penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melampaui target BEI sebanyak 2.193 investor.

Kondisi positif ini membuat BEI kembali memasang target investor sebanyak 1.311 sepanjang 2018. 

Guna mencapai target, salah satu usaha yang dilakukan BEI kantor perwakilan Pangkalpinang akan segera mensosialisasikan investasi saham ke perguruan tinggi di Belitung tepatnya di Akademi Manajemen Belitung (AMB). 

Bila melihat persebaran investor asal Babel berdasarkan wilayah, Kota Pangkalpinang tercatat sebagai investor saham paling banyak sebesar 44 persen atau 963 investor, disusul kabupaten Bangka dengan persentas sebesar 20 persen atau 440 investor.

Kabupaten Belitung memiliki persentase sebesar 9,4 persen atau 208 investor, Kabupaten Bangka Tengah memiliki persentase sebesar 8,5 persen atau 187 investor, Bangka Barat memiliki 7 persen atau 149 investor, Bangka Selatan memiliki 5 persen atau 104 investor dan Belitung Timur memiliki 6,5 persen atau 142 investor. 

"Kita akan mengedukasi mahasiswa di kampus termasuk Belitung soal investasi saham, soalnya selama ini kita masih berfokus di Bangka saja. Edukasi ini juga mencegah agar masyarakat tidak tertipu dengan investasi bodong yang menggunakan skema ponzi," ujar Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Pangkalpinang Yoseph Kaburuan saat Media Gathering Pasar Modal Indonesia, Kamis (8/2) di Restoran Bebek Tepi Sawah. 

Peningkatan jumlah investor pasar modal khususnya di Pulau Bangka juga dapat terlihat dari jumlah perusahaan securitas yang bermunculan di Bangka.

Pasalnya 2016 lalu hanya satu perusahaan securitas namun kini jumlahnya bertambah menjadi lima perusahaan securitas di 2017. 

"Selama ini kita konsumsi berbagai produk tapi tak punya saham. Itu artinya kita memperkaya owner dan pemegang saham. Bangka Belitung inflasinya tinggi, itu berarti konsumtifnya juga tinggi. Perusahaan bisa menikmati keuntungan, kalau kita tidak ikut pegang saham itu artinya kita tidak dapat keuntungan dari sana," terang Yoseph. 

Berbagai langkah edukasi dilakukan BEI mulai dari program sekolah pasar modal yang diadakan gratis setiap bulan.

Biasanya program ini menjumpai institusi dan kampus untuk berbagi informasi soal pasar modal. 

"Untuk belajar pasar modal bisa investasi dulu Rp.100 ribu kemudian belajar beberapa bulan. Lihat dulu saham-saham yang menurut mereka bagus dan lihat resikonya di mana. Dengan belajar dari celah kesalahan dengan Rp.100 ribu maka calon investor bisa berani mengambil keputusan lebih besar," tutup Yoseph. (*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved