Ketua DPRD Babel Datangi Kementerian ESDM Cari Solusi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Provinsi Kepulauan Babel menyita perhatian DPRD Babel.

Ketua DPRD Babel Datangi Kementerian ESDM Cari Solusi Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Istimewa
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya membahas kelangkaan gas 3 kilogram di Bangka Belitung bersama Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (8/2/2018). 

BANGKA POS - Kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Provinsi Kepulauan Babel menyita perhatian DPRD Babel.

Tak mau persoalan itu semakin membuat resah masyarakat, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya langsung mendatangi Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Dia didampingi pihak Distamben Babel dan Disperindag Babel melakukan rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

"Pertemuan ini menyangkut langkanya Elpiji subsidi 3 Kg di Pulau Bangka," kata Didit. Dalam pertemuan ini, Ketua DPRD Babel mempertanyakan soal kuota elpiji 3 Kg untuk Pulau Bangka.
Karena menurut Didit, Pulau Belitung pada tahun 2017 belum ada konversi.

"Mengingat menjelang Imlek, puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang membutuhkan elpiji 3 Kg, sehingga perlu perhatian serius. Menurut penjelasan Ibu Puji dari pihak ESDM bahwa untuk Babel kuota Elpiji 3 Kg tahun 2017 sebanyak 28.270 Metrik Ton," papar politisi PDI Perjuangan itu.

Artinya berdasarkan data yang diterima Kementrian ESDM untuk elpiji 3 Kg sudah sesuai dengan kebutuhan. Namun yang membuat heran adalah temuan fakta di lapangan.

Pihak DPRD Babel menemukan keluhan dan aspirasi masyarakat bahwa terjadi kelangkaan gas elpiji 3 Kg.

Kondisi itu sangat berbeda dari penjelasan pihak Distamben Babel. DPRD Babel menerima informasi dari Distamben Babel bahwa pada 2017, Babel kelebihan kuota gas 3 Kg.

"Untuk itu DPRD Babel akan mengundang pihak Dinas Pertambangan dan Energi Babel, Disperindag, kepolisian, penyalur elpiji, pihak SPBE (stasiun pengisian bahan bakar elpiji) dan pihak Pertamina. Hal itu untuk melakukan rapat koordinasi agar masalah kelangkaan elpiji ini tidak terulang lagi," tegas Didit yang dikenal cepat merespon persoalan rakyat ini.

Apalagi menurutnya, pemerintah pusat sudah menambahkan kuota untuk Babel tahun 2018 sebanyak 30.100 metrik ton.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved