Breaking News:

Prihatin, 11 Bahasa Daerah di Indonesia Dinyatakan Punah, 4 Dalam Keadaan Kritis

Indonesia dikenal dengan kekayaan bahasanya. Meski begitu, ada berita duka yang mesti kita dengan soal bahasa itu.

Bahasa Indonesia | TRIBUNNEWS.COM 

BANGKAPOS.COM - Indonesia dikenal dengan kekayaan bahasanya. Meski begitu, ada berita duka yang mesti kita dengan soal bahasa itu.

Menurut Badan Bahasa Jakarta, setidaknya ada 11 bahasa daerah di Indonesia yang dinyatakan punah, empat bahasa bahasa daerah kritis, dan dua lainnya mengalami kemunduran.

Apa saja bahasa itu?

Dilaporkan Kompas.com, bahasa yang punah tersebut berasal dari Maluku yaitu bahasa daerah Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua dan Nila serta bahasa Papua yaitu Tandia dan Mawes.

Sementara bahasa yang kritis adalah bahasa daerah Reta dari NTT, Saponi dari Papua, dan dari Maluku yaitu bahas daerah Ibo dan Meher.

Baca: Edan! Anaknya Disumpahi Diperkosa Rame-Rame, Denada Murka Ini yang Akan Dilakukannya

“Ada juga 16 bahasa yang stabil tapi terancam punah dan ada 19 bahasa yang masuk dalam kategori aman,” tutur Kepala Bidang Perlindungan Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Bahasa Jakarta Ganjar Harimansyah di aula kampus UNTAG Banyuwangi, Sabtu (10/2).

Saat ini, menurut Ganjar, hingga Oktober 2017 ada 652 bahasa yang telah diidentifikasi dan divalidasi dari 2.452 daerah pengamatan di wilayah Indonesia.

Baca: Sedang Indehoi Bareng Pelakor di Kos-kosan, Sang Ayah Kaget Digerebek Istri, Anak dan Warga

“Namun jika akumulasi persebaran bahasa daerah per provinsi, bahasa di Indonesia berjumlah 733 dan jumlahnya akan bertambah karena bahasa di Nusa Tengga Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat belum teridentifikasi,” ungkap Ganjar.

Halaman
123
Editor: M Zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved