Tantan : Pengetahuan 3D Penting Agar Tidak tertipu Uang Palsu
Kepala Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung Tantan Heroika mengatakan sosialisasi Jargon 3D Penting terhindar dari uang palsu.
Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Bangka Belitung Tantan Heroika mengatakan sosialisasi Jargon 3D (dilihat, diraba dan diterawang) agar masyarakat terhindar dari peredaran uang palsu.
Menurut Tantan, angka peredaran uang palsu di provinsi Bangka Belitung masih relatif rendah.
Selama BI perwakilan Babel berdiri 2014 lalu, baru dua kasus peredaran uang palsu di Babel yakni di Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat dan Sungailiat Kabupaten Bangka.
Selain itu menurut Tantan, perlakuan terhadap uang sangat lah penting. Sebab biaya percetakan uang tersebut cukup mahal.
Hal ini diungkapkan Tantan disela-sela memberi sambutan dalam event jalan sehat sehat Gebyar Rupiah untuk Negeri Bank Indonesia (BI) di lapangan Gelora Munyok, Bangka Barat, Minggu (11/2/2018)
" Pentingnya pengetahuan 3D ini agar masyarakat tidak jadi korban praktik atau peredaran uang palsu. Dan alhamadulillah peredaran uang palsu di Babel terbilang rendah. Selama kami berdiri ada dua kasus yang di jebus dengan printer collor dan sungailiat pengedar dan sudah di vonis. Selain itu uang juga perlu dirawat. Karena biaya pencentakan uang cukup mahal," ujar Tantan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gebyar-rupiah_20180211_135951.jpg)