Nelayan Tuing dan sekitarnya Minta Usulan Rencana Zona Tambang Laut dicabut

Nelayan minta pemerintah untuk mencabut usulan rencana penetapan zona tambang laut di Laut Tanjung Tuing Desa Mapur

Bangkapos / Riyadi
Pesisir laut di Dusun Tuing Desa Mapur Kecamatan Riausilip. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan Tanjung Tuing, Pejem, Bedukang hingga Aek Hantu Kabupaten Bangka, minta pemerintah untuk mencabut usulan rencana penetapan zona tambang laut di Tanjung Tuing Desa Mapur Kecamatan Riausilip.

"Kami minta usulan rencana penetapan zona tambang laut di Tanjung Tuing agar dicabut, ini baru usulan saja, sudah membuat kami khawatir luar biasa," ujar nelayan juga Kadus Tuing Karnadi kepada bangkapos.com Selasa (12/2/2018).

Sunaidi berharap, anggota dewan agar aktif untuk membela nasib nelayan kecil.

"Dewan aktif lah untuk ikut usul mencabut rencana itu," kata Sunaidi.

Sebelumnya, Kades Mapur Agus Sari mengungkapkan, ada enam titik lokasi di Tanjung Tuing, yang masuk rencana penetapan zona tambang laut.

"Kami dari Mapur dan Kades Deniang serta Pak Camat Riausilip (Tony Ali) beberapa hari kemarin diundang ke provinsi, acaranya konsultasi publik tentang rencana penetapan zona tambang laut di Tanjung Tuing, konsultasi publik dihadiri unsur terkait. Singkat cerita, itu baru sebatas rencana, meskipun baru rencana, kami dari Mapur tetap menolak, Deniang juga menolak," ujar Agus.

Dasar penolakan yakni pertimbangan kepentingan nelayan, kelestarian ekosistem laut dan lainnya.
Agus Sari mengatakan, secara tegas telah menyatakan menolak terhadap rencana penetapan zona tambang laut di Tanjung Tuing.

"Kami sayang dengan potensi perikanan di Tuing, masyarakat banyak menggantungkan ekonominya dari laut, saya kalau secara pribadi menolak rencana zona tambang laut di Tuing, karena saya paling hobi makan ikan," jelasnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved