Keluarga Cucu Perawat Australia yang Tewas dalam PD II Bangga kepada Muntok History Volunteers Group

Keluarga anak cucu perawat Australia yang tewas pada PD II di Pantai Radji Michael Noyce, mengapresiasi dedikasi serta loyalitas MHVG Bangka Barat

Keluarga Cucu Perawat Australia yang Tewas dalam PD II Bangga kepada Muntok History Volunteers Group
Bangkapos/Anthoni Ramli
Pihak keluarga, Kedutaan Besar (Kedubes) Australia dan MHVG Babar memperingati insiden Perang Dunia (PD) II ke 76 yang menewaskan 50 tentara inggris dan 22 perawat Australia yang dipusatkan di pantai Radji Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat ( 16/02/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris 1 Bidang Politik Kedutaan Besar Australia, Matthew Barclay, menyebut Peringatan Perang Dunia (PD) II sangat penting. Khususnya bagi pemerintah australia dan keluarga korban PD II di pantai Radji Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Sebab tak hanya menghormati tentara dan perawat yang telah gugur, tapi juga sebagai media jalinan silaturahmi antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Selain itu untuk menghormati masyarakat yang ikut menjaga dan menyampaikan sejarah PD II, khususnya di kota Muntok kepada generasi sepanjutnya.

"Ini bukan hanya peringatan, tapi wadah menjalin antara Indonesia dan Australia, artinya, ini bukan hanya untuk menghormati orang yang meninggal dunia, tapi juga menghormati orang yang menjaga dan memastikan sejarah ini bisa disampaikan ke generasi selanjutnya," pungkasnya.

Sementara ketua rombongan keluarga anak cucu perawat Australia yang tewas pada PD II di Pantai Radji Michael Noyce, mengapresiasi dedikasi serta loyalitas Muntok History Volunteers Group (MHVG) Bangka Barat yang telah membangun. monumen plakat di Pantai Radji.

" This is amazing, sangat luar biasa. Kami salut sama MHVG bisa melakukan ini. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada MHVG, " puji Michael Noyce.

Sementar Ketua MHVG Aad Tirta Fujaka, mengatakan semaksimal mungkin pihaknya akan mengembangkan Pantai Radji dan akan merawat monumen tersebut dengan membentuk tim piket setiap minggu agar monumen tersebut tetap terawat dan terjaga.

" Tentu saja kami berkeinginan kedepan Pantai Radji yang merupakan aset wisata sejarah di Bangka Barat bisa dikembangkan lagi karena ini sudah dikenal di dunia International. Untuk plakat ini, kami akan rawat dengan membentuk tim piket dari MHVG yang akan datang setiap akhir pekan kesini," pungkas Jaka sapaan akrab Aad Tirta Fujaka.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved