Kosada Babel Gelar Lapak Baca Buku Gratis, 150 Buku Disiapkan Cuma-Cuma Untuk Dibaca

Buku yang kami siapkan totalnya 150, terdiri dari buku-buku sastra, sosial, politik, agama, novel dan buku

Kosada Babel Gelar Lapak Baca Buku Gratis, 150 Buku Disiapkan Cuma-Cuma Untuk Dibaca
Ist
Lapak Baca Buku Gratis yang diselenggarakan oleh Kosada Babel, Jumat (16/2/2018) di Taman Sari, Pangkalpinang. Kegiatan ini akan rutin digelar setiap Jumat. 

BANGKAPOS.COM -- Budaya literasi yang dinilai kurang digemari oleh kalangan masyarakat saat ini, memicu semangat anak-anak muda yang tergabung di Komunitas Aksara Muda (Kosada) Babel untuk menggelar Lapak Baca Buku Gratis di Taman Sari Kota Pangkalpinang, Jumat (16/2).

Menurut salah satu anggota Kosada Bavek, Rapdi Rahasiwi, Lapak Baca Buku Gratis ini merupakan program rutin mingguan yang baru dimulai Jumat (16/2) sore setelah banyak kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan.

“Jadi rangkaian acaranya selain membuka lapak baca, yaitu juga akan diadakan promosi buku dan diskusi yang akan bekerja sama dengan Komunitas lain untuk membangkitkan kembali budaya literasi,” ujar Rapdi.

Sementara itu, menurut Ketua Kosada Babel, Muhanmad Tahir, program Lapak Baca bukan hanya akan diadakan rutin setiap Jumat sore di Tamansari Kota Pangkalpinang, kedepannya juga akan dilaksanakan di lokasi yang berbeda.

"Buku yang kami siapkan totalnya 150, terdiri dari buku-buku sastra, sosial, politik, agama, novel dan buku-buku lainnya," kata Tahir.

"Selain itu, kita juga sisipkan buku-buku karya anak Kosada Babel yang sudah diterbitkan untuk diperjualbelikan dan kami sangat berharap partisipasi semua masyarakat di Pangkalpinang," tambahnya.

Salah satu pengunjung Lapak Baca Buku Gratis, Tommi mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh Kosada Babel.

Karena menurutnya, memang masyarakat saat ini kurang memahami bahwa membaca merupakan hal yang sangat penting untuk menambah ilmu dan pengetahuan.

“Saya menyambut positif sih dengan diadakannya hal ini, karena dapat menumbuhkan kembali minat baca masyarakat di Babel. Bukunya ada banyak, bukan cuma ilmiah yang sering kita temui di perkuliahan. Tapi juga buku politik dan sastra yang anti mainstream,” pungkasnya.(*)

Penulis: Herru W
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved