Masih Ragu Khasiat Buah-buahan? Air Perasan Jambu Mete Ternyata Ampuh Lenyapkan Sariawan

Sayuran dan buaha-buahan menyimpan khasiat yang menyehatkan. Sarinya bisa mencegah dan menyembuhkan beragam penyakit.

Masih Ragu Khasiat Buah-buahan? Air Perasan Jambu Mete Ternyata Ampuh Lenyapkan Sariawan
http://kabarsehatislami.blogspot.co.id
buah - buahan 

Setelah dioleskan (baik dengan kapas atau cotton buds) akan menimbulkan rasa pedih, tetapi efek penyembuhannya, atau paling tidak pengurangan nyerinya, cukup baik, seperti halnya  menggunakan larutan albothyl.

Baca: Konsumen Mesti Tahu Ini Imbauan BPOM Terkait Isu Viral Penggunaan Obat Sariawan Albothyl

Buah jambu mete sesungguhnya, yang biasa disebut kacang mete, ternyata juga baik untuk kesehatan.

la banyak mengandung asam lemak  tak jenuh tunggal, seperti halnya kacang tanah dan avokad sehingga baik untuk menurunkan kadar kolesterol “jahat”  (LDL) dan menaikkan kadar kolesterol "baik" (HDL).

Pisang (Musca paradisiaca) lain lagi. Sahabat kita sehari-hari ini dapat memberikan efek penenang.

Di dalamnya terkandung serotonin yang bila kadarnya meningkat di dalam otak akan memberikan efek penenang tadi.

Namun, karena kandungan tiramin (suatu senyawa yang secara farmakologi mirip norepinefrin) yang berefek spasmolitik sehingga melemahkan peristalsis usus, pemberian pisang pada bayi bisa mengakibatkan penyumbatan saluran cerna (ileus).

Pisang juga mengandung tiramin dan dopamin yang dapat menaikkan tekanan darah. Dopamin merupakan zat antara dalam sintesis norepinefrin yang dalam kedokteran digunakan antara lain untuk menaikkan tekanan darah melalui peningkatan kerja jantung.

Uniknya, pisang juga mengandung kalium yang dapat menurunkan tekanan darah. Barangkali, kandungan senyawa dan zat yang berlawanan  fungsi ini menjelaskan mengapa pisang tidak menaikkan tekanan darah secara nyata.

Dalam The Food Pharmacy oleh Jean Carper, pisang bahkan disebut sebagai makanan mujarab bagi penderita penyakit mag.

Barangkali sifat spasmolitik, yang menurunkan kerja lambung dan mengurangi sekresi enzim serta asam lambung, turut berperan dalam menghasilkan khasiat ini.

Kandungan pektin yang tinggi dalam pisang juga dapat melindungi selaput lendir  lambung terhadap pengaruh asam lambung dan enzim (pepsin).

Baca: Banyak Orang Tak Peduli, 5 Jenis Makanan Ini Ternyata Bisa Jadi Pemicu Utama Kanker Lho!

Juga cegah kanker

Sayur dan buah tertentu pun mengandung antioksidan yang dapat diandalkan untuk membantu pencegahan kanker.

Dalam ilrnu gizi, antioksidan dipandang sebagai unsur penting untuk mencegah oksidasi sel berlebihan (superoksidasi).

Superoksidasi dapat merusak sel tubuh sehingga memicu timbulnya penyakit kanker dan kelainan degeneratif seperti arteriosklerosis.

Sayur dan buah kaya antioksidan itu di antaranya wortel, tomat, brokoli, jeruk, dan melon.

Mengapa wortel (Daucus carata)? Karena ia mengandung betakaroten.

undefined

Sedangkan tomat karena mengandung antioksidan likopen, sehingga kebiasaan memakan tomat bukan cuma memberikan serat makanan untuk mencegah kegemukan dan dislipidemia, tetapi juga mencegah superoksidasi.

Bagaimana dengan brokoli (Brassica oleracea fa asaparagodes)? Kandungan luteinnya yang bersifat antioksidan itu menyebabkannya terkenal sebagai pencegah kanker di dunia Barat.

Kalau jeruk, ia kaya dengan pektin di dalam kulit tipis pada temberengnya selain mengandung antioksidan flavonoid dalam kulit luarnya.

Karena itulah manisan kulit jeruk atau selai kulit jeruk {marmalade) sering dianggap oleh sebagian pengobat tradisional sebagai makanan pencegah timbulnya penyakit kanker lambung.

Lalu buah melon (Citrullus vulgaris)? Adenosin yang dikandungnya berkhasiat sebagai koagulan.

Adenosin inilah yang membuat melon, meningkatkan kerja aspirin untuk mencegah penggumpalan darah.

Sebenarnya, masih banyak  lagi bahan pangan nabati yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti obat  jika dikonsumsi dengan benar.

Namun, penelitian masih tetap diperlukan untuk mengungkap potensi tadi.

Baca: 9 Festival Unik di Dunia, Perang Tomat Hingga Memberi Makan Ribuan Monyet

Yang pasti, pendapat Hipocrates let food be your medicine and medicine be your food, tidak hanya bisa diterapkan dalam pengobatan era Hipocrates atau pengobatan oriental, tetapi juga dalam dunia kedokteran Barat yang modern saat ini.  (Dr. Andry Hartono. D.A.N)

(Artikel ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1999)

//
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved