Minggu, 19 April 2026

Meski Kecil Fungsi Kolek tak Bisa Diremehkan

Kolek, perahu tradisional masih banyak digunakan oleh nelayan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jering Kayu Arang, Kecamatan Kelapa.

Editor: khamelia
(Bangkapos/riyadi)
Nelayan tradisional DAS Kering dengan sarana transportasi berupa kolek, saat memancing ikan di sekitar Teluk Tiram DAS Kering Kayu Arang Kabupaten Bangka Barat. Foto diambil Kamis (14/2/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kolek, perahu tradisional masih banyak digunakan oleh nelayan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jering Kayu Arang, Kecamatan Kelapa.

Meskipun sarana transportasi nelayan kini sudah banyak menggunakan teknologi mesin, tapi nelayan tidak bisa meninggalkan fungsi kolek tersebut, untuk sarana menuju lokasi pemancingan ikan sungai.

Pemancing di Sungai Kering Kayu Arang, Tin menyebutkan, kebiasaan nelayan ketika turun ke sungai untuk memancing ikan selalu membawa dua perahu.

"Tetap bawa perahu besar dengan tenaga mesin, koleknya di belakang dan ditarik hingga lokasi mancing atau mukat ikan. Kolek tidak bisa ditinggalkan, karena fungsinya penting dan praktis untuk pindah dari satu lokasi mancing ke lokasi lainnya yang jaraknya dekat, tanpa harus menggunakan mesin, tapi cukup dayung, hemat tanpa BBM," ujar Tin kepada bangkapos.com Sabtu (16/2/2018).

Dengan kolek, nelayan dengan mudah bisa masuk dan menjangkau anak-anak sungai yang tidak bisa dilalui perahu besar.

Pemancing ikan di Sungai Jering Irul mengatakan, ketika turun ke sungai untuk memancing, dapat dipastikan nelayan tidak menggunakan sampan (kolek) ini.

"Biar ketinggalan zaman, tapi manfaat dari kolek ini cukup besar," kata Idul.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved