Berdasarkan Survei Tahun 2011 Potensi Zakat di Babel Rp 247 Miliar

Potensi Zakat di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan hasil survei tahun 2011 silam sebesar Rp 247 miliar.

Berdasarkan Survei Tahun 2011 Potensi Zakat di Babel Rp 247 Miliar
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sofyan Tsauri. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Potensi Zakat di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan hasil survei tahun 2011 silam sebesar Rp 247 miliar. Jika seluruh umat muslim membayar zakat diyakini akan dapat membantu perekonomian masyarakat secara luas.

"Salah satu cara kita mengatasi kemiskinan itu bisa dengan zakat. Potensi zakat di Babel tahun 2011 Rp 247 miliar, ini hasil dari perhitungan Bazans Pusat dan Fakultas ekonomi di salah satu perguruan tinggi di Bogor. Kalau potensi ini bisa kita maksimalkan pemerintah enggak perlu lagi beras Rastra, tidak perlu direpotkan lagi dengan kesulitan akses kesehatan, karena ini bisa dibantu dari dana zakat. Potensinya besar, tapi kesadaran untuk membayar zakat ini yang harus ditingkatkan," kata ketua Baznas Babel, Sofyan Tsauri, Senin (19/2/2018).

Sofyan meyakini jumlah potensi ini terus bertambah tiap tahunnya, dengan bertambahnya jumlah penduduk di Babel dan juga perekonomian Babel yang terus bergerak baik.

"Kita rasa potensi ini bertambah tiap tahunnya, ekonomi masyarakat kita mulai membaik, jumlah penduduk semakin banyak, sektor usaha juga sudah mulai banyak di Babel," katanya.

Ia menambahkan masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan dermawan. Oleh karena itu, dengan penyaluran zakat yang tepat sasaran dan terkoordinir akan membantu menyelesaikan persoalan sosial.

"Saya baca di koran ada 76 ribu masyarakat miskin di Babel, ini tanggungjawab kita bersama. Melalui zakat inilah kita bisa saling membantu, zakat merupakan kewajiban bagi umat muslim dan ini perintah langsung dari Allah," katanya.

Ia mengatakan selama ini penyaluran zakat diperuntukkan untuk berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan kegiatan kegamaan.

"Progam Nasional untuk penyaluran zakat itu, Indonesia pintar, Indonesia peduli ada bencana, Indonesia makmur artinya akan ekspansi desa potensi ekonomi di sana dengan membimbing masalah pertanian, Indonesia sehat mendirikan rumah sehat baznas, Indonesia bertakwa bimbingan keagamaan," jelasnya.

Ia mengatakan pengelolaan zakat melalui Baznas dilakukan secara transparan, dan masyarakat bisa mengakses semua data melalui website maupun mendatangi langsung ke Baznas.

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved