Keterbatasan Fisik, Kisah Perjuangan Agus Sang Loper Koran
Langkah kaki tidak rata sembari menjajakan koran terlihat di persimpangan jalan Sudirman, menuju masjid Jamik
Laporan wartawan Bangka pos, Suharli
BANGKAPOS.COM, BANGKA -Langkah kaki tidak rata sembari menjajakan koran terlihat di persimpangan jalan Sudirman, menuju masjid Jamik. Agus seorang Loper koran Bangkapos, setiap harinya harus bergelut dengan terik sinar matahari dan debu jalanan untuk menyebarkan informasi (18/2/2018).
keterbatasan fisik bukan halangan bagi Agus untuk mencari rejeki seperti orang pada umumnya.
"sama kayak orang biasa saja,saya gak merasa dibedakan"ungkap Agus ditemui saat istirahat siang di perempatan jalan Sudirman (18/2/2018).
Ketika matahari sudah bersinar Agus sudah mendatangi kantor Bangkapos untuk mengambil koran, Agus harus berjalan ratusan meter untuk sampai traffic light, tempat biasanya dia menjualkan korannya.
"Kadang saya jalan, kadang ada yang ngasih tumpangan" ungkapnya.
Agus mengaku mengeluti profesi loper koran sudah setahun lebih di perempatan jalan masjid Jamik. suka duka menjualkan koran selama setahun sudah dirasakannya.
"kalau hujan saja berteduh, koran aman, biasanya kasih plastik dari kantor Bangka Pos" terangnya.
Siang itu Agus duduk berteduh dibawah pohon kecil tidak jauh di persimpangan jalan, sembari menunggu lampu traffic light berwarna merah.
Kesempatan untuk menjajakan korannya beberapa menit saja saja ketika lampu traffic light berwarna merah.
Dengan lincah Agus menyelusuri deretan sepeda motor dan mobil yang terhenti oleh traffic light, sambil berkata "koran..koran..!!"
ketika traffic light menyala hijau, Agus pun harus menepi sembari istirahat sejenak.
Menurut Agus pembeli korannya bermacam-macam karakter, ada yang buru-buru ada pula yang uang kembalian beli korannya tidak mau dikembalikan. Sehari-hari Agus bisa menjual 50an koran.
"kalau lakunya tergantung, biasanya paling banyak pembeli hari Jum'at" ujarnya.
Agus merupakan perantauan dari pulau Jawa, keinginan nya merantau untuk bisa berpenghasilan lebih seperti orang-orang lainnya.
Agus juga merupakan tulang punggung keluarganya, menghidupi istri dan kedua anaknya. pengahasilan dirasakan cukup bagi Agus,
"kadang-kadang dari kantor Bangkapos saya dikasih lebih"ungkapnya.
Sebelum menjadi Loper koran Bangkapos, Agus mencari rezeki dengan cara mengamamen keliling masuk pasar, "nyari penghasilan pastinya, kalau jualan koran tiap hari" ungkap Agus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/agus-loper-koran-sedang-menjajakan-koran-dagangannya_20180219_193818.jpg)