Pembayaran Zakat Penghasilan Melalui UPZ (Unit Penghimpun Zakat)

Peraturan Presiden (Perpres) memperkuat rencana pemerintah mengeluarkan kebijakan menarik zakat penghasilan 2,5 persen

Pembayaran Zakat Penghasilan Melalui UPZ (Unit Penghimpun Zakat)
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Babel, Rebuan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Peraturan Presiden (Perpres) memperkuat rencana pemerintah mengeluarkan kebijakan menarik zakat penghasilan 2,5 persen kepada ASN Muslim.

Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Babel, Rebuan menyampaikan berdasarkan hasil Rapat Koordinasi zakat penghasilan ditujukan ke pegawai yang gajinya mencapai nisab, yakni 3,9 juta perbulan.

“Bagi pegawai berpenghasilan diatas nomilai dikenakan zakat penghasilan dan jika belum tidak diwajibkan,” kata Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Babel, Rebuan kepada Bangkapos, Senin (19/2).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan Kemenag bersifat regulasi, sosialisasi, dan pemantauan. Sehingga, wewenang mengimbau kementrian ataupun instansi lain tercantum pada Perpres terkait penyaluran zakat ke Baznas.

Kedepannya, setiap instansi diharapkan mempunyai UPZ (Unit Penghimpun Zakat) sebagai upaya mempermudah dalam pembayaran zakat ke Baznas.

“Tidak ada kewajiban menyalurkan dari UPZ ke Baznas tetapi sebagai upaya mempermudah dalam pembayaran zakat saja,” ujar Rebuan

Ia mengungkapkan badan atau lembaga penghimpun zakat di Bangka Belitung, yakni Baznas, ULP, Lazismu, dan lain sebagainya.

Khusus kementrian sedang membentuk UPZ (Unit Penghimpun Zakat) guna membantu pegawai menyalurkan zakat ke badan terkait. Ia menyampaikan sejauh ini Baznas telah mensosialisasikan penyaluran zakat melalui UPZ.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved