Dishut Babel Bongkar Illegal Logging di Hutan Konservasi Maras, Sembilan Truk Diamankan

Semalam langsung kita tangkap oleh polhut kita sembilan truk beserta barang bukti, sopir dan seorang kuasa

Dishut Babel Bongkar Illegal Logging di Hutan Konservasi Maras, Sembilan Truk Diamankan
Ist
Truk yang mengangkut kayu hasil ilegal logging di Hutan Kawasan Konservasi Gunung Maras yang diamankan Polhut Dishut Babel dan KPH. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dinas Kehutanan Babel bersama Unit Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) berhasil membongkar aktivitas illegal loging, Jumat (23/2/2018) malam di Kawasan Hutan Konservasi Gunung Maras Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Sebanyak sembilan unit mobil truk membawa hasil ilegal logging berupa pohon besar yang sudah ditebang bersama 11 pekerja diamankan oleh Polhut Dishut Babel dan KPH yang diserahkan kepada pihak Polres Bangka untuk penyelidikan lebih lanjut.

Diakui Kepala Dishut Babel Marwan, pengungkapan ilegal logging ini dilakukan berawal adanya informasi dari masyarakat Gunung Muda adanya pembalakan hutan liar.

Dari informasi tersebut pihaknya melakukan penyelidikan dan pengintaian.

Ternyata didapati penebangan pohon dalam kawasan Hutan Konservasi Gunung Maras, Jumat (23/2/2018) malam sekitar jam 21.00 WIB yang langsung disergap polhut saat pohon-pohon tersebut akan diangkut truk.

"Semalam langsung kita tangkap oleh polhut kita sembilan truk beserta barang bukti, sopir dan seorang kuasa lapangannya. Prosesnya kita serahkan ke Polres Bangka," jelas Marwan saat mengelar konferensi pers, Sabtu (24/2/2018) di Sungailiat.

Pohon yang ditebang terdiri dari pohon seruk dan kelapa dengan panjang 17 meter dengan total sebanyak 70 batang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh para pelaku pembalakan liar tersebut sudah sering mereka melakukan perambahan hutan konservasi Gunung Maras.

"Kayu itu untuk kayu bagan dan yang punya bos besar dari Jakarta," ungkap Marwan.

Disinggung apakah ada beking oknum aparat penegak hukum yang bermain, menurut Marwan, belum ada pengakuan dari para pelaku pembalakan liar tersebut, namun pihaknya terus melakukan penyelidikan. 

Para pelaku perambah hutan konservasi tersebut terancam hukuman sembilan tahun penjara berdasarkan undang-undang kehutanan. 

"Kita minta diproses pihak kepolisian.agar ada efek jera kalau dibiarkan seperti ini hutan kita hancur terus," tegas Marwan.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved