Inilah Syarat-syarat Penyembelihan Hewan Sesuai Syariat Islam

Proses penyembelihan merupakan salah satu langkah untuk menghalalkan unggas yang dipotong sesuai dengan syariat Islam

Inilah Syarat-syarat Penyembelihan Hewan Sesuai Syariat Islam
Bangka Pos / Edwardi
Kegiatan praktek dan peninjauan lapangan sosialisasi sertifikasi halal Tempat Pemotongan Unggas (TPU) bagi pelaku usaha pemotongan unggas di Kabupaten Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –- Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KH Ahmad Lutfi mengatakan proses penyembelihan merupakan salah satu langkah untuk menghalalkan unggas yang dipotong sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Penyemblihan secara bahasa merupakan penyempurnakan kematian, sedangkan dari segi istilah adalah memutuskan jalan makan, minum, nafas, urat nadi pada leher hewan dengan alat tajam, selain kuku, gigi dan sesuai dengan syariat.

"Dasar hukumnya halal, dan harus sesuai syariat agama Islam," kata Ahmad Lutfi saat sosialisasi sertifikasi halal Tempat Pemotongan Unggas (TPU) bagi para pelaku usaha pemotongan se-Kabupaten Bangka, Sabtu (24/2/18) di Sungailiat Kabupaten Bangka.

Ahmad Lutfi menjelaskan ada beberapa syarat orang yang menyembelih diantaranya berakal sehat, baik laki-laki dan perempuan, sudah baligh (dewasa) dan muslim.

"Kalau perempuan jika tidak ada orang laki-laki di rumah, dan tidak sah penyembelihan yang dilakukan oleh orang gila dan anak kecil yang belum tamyiz, termasuk juga oleh orang yang mabuk," kata Ahmad Lutfi yang langsung mempraktekkan cara memotong unggas yang benar sesuai dengan syariat agama Islam.

Ahmad Lutfi menambahkan syarat menyembelih juga harus menyembut nama Allah. Jika sengaja tidak menyebut nama Allah padahal tidak bisu dan mampu mengucapkan maka hasil sembelihannya tidak boleh dimakan, menyebut pendapat mayoritas ulama.

Namun bagi yang lupa untuk menyebutnya atau dalam keadaan bisu maka hasil sembelihanya boleh dimakan.

"Harus langsung dalam menyemblih unggas dan jangan diselingi dengan pekerjaan lain, seperti menelpon, merokok dan lainnya harus langsung, dan yang penting juga harus menghadap kiblat," tegasnya.

Kegiatan sosialisasi sertifikasi halal ini diikuti sekitar 30 pelaku usaha tempat pemotongan unggas yang ada di Kabupaten Bangka.

Saat ini di Kabupaten Bangka, Rumah Potong Unggas yang telah bersetifikasi halal ada lima dan akan berlaku selama dua tahun dan bisa diperpanjang nantinya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved