Masih Ingat Band Asal Malaysia Slam, Stings dan Exist? Begini Nasib Mereka Sekarang

Membuka kembali memori di tahun 1990an, blantika musik Indonesia sempat di invasi lagu-lagu Malaysia. Lagu slow rock Malaysia banyak disukai

Editor: Teddy Malaka
Band Malaysia 

BANGKAPOS.COM -- Membuka kembali memori di tahun 1990an, blantika musik Indonesia sempat di invasi lagu-lagu Malaysia. Lagu slow rock Malaysia banyak disukai penggemar musik di Indonesia.

Sejumlah judul lagu bahkan masih hits dan dicover sejumlah penyanyi di Indonesia.

"Ku sangka kau, panas berpanjangan, rupanya gerimis, rupanya gerimis mengundang," lirik lagu Gerimis Menundang yang dinyanyikan Slam.

Setelah hampir dua dekade, bagaimana nasib group-group band seperti Slam, Exists ataupun Stings.

Apakah band-band tersebut masih eksis dan berkarya. Berikut kondisi mereka.

1. Slam

Lagu Gerimis Mengundang mungkin yang paling hits, namun sejumlah algu jadi andalan yang didirikan atas unisiatif mantan gitaris Exists, Shah Nizam bin Abdul Halim.

Lagu andalannya antara lain Buat Seorang Kekasih, Terasing Dalam Sepi, Kembali Merindu dan Rindiani.

Pada tahun 1999, penyanyi utama mereka Zamzani dikaitkan dengan disiplin dan masalah kesehatan.

Zamani telah meluncurkan karir solo yang sukses di tahun 2002.

Setelah vakum cukup lama Shah melakukan comeback Slam tanpa Zamzani / Pada tahun 2006, Shah mengumumkan kehadiran Ronnie (Sharon Hussein)  sebagai vokalis terbaru.

Bagaimana nasib Zamzani? Ini ternyata ditangkap karena masalah narkoba.

Zamzani
Zamzani

Awal tahun 2015, industri musik Malaysia dikejutkan dengan berita penangkapan Zamzani.

2. Exist

Grup Band Exist merupakan band lawas yang berasal dari Malaysia dan terbentuk pada tahun 1991. Di awal kemunculannya, Exist diisi oleh 6 personel, yakni Mamat (vokal), Along (gitar), Shah (gitar), Musa (bass), Ajai (keyboard), dan Ujang (drum).

Pada saat itu sang vokalis Mohd Ali bin Kamarudin (Mamat) baru berusia 13 tahun. Lagu paling awal yang mereka ciptakan berjudul Untukmu Ibu.

Lagu paling familiar yang masuk ke Indonesia adalah Mencari Alasan dari album ketiga mereka, Diammu Gunung Berapi (1995).

Ada pula Rindu Serindu-rindunya yang tak kalah hits.

Band Exist juga kerap kali melakukan perombakan formasi besar-besaran dari tahun ke tahun dan hingga akhirnya di tahun 2008, band ini hanya menyisakan 4 orang personel saja, yakni Joey (vokal), Along (gitar), Musa (bass) dan Ujang (drum) dan mengubah namanya menjadi Exists.

Berikut adalah keanggotaan dalam Exists.

Mohd Ali bin Kamarudin (Mamat) - Penyanyi (1991-1994)

Mohd Faizal bin Maas (Ajai) - Keyboard (1991-1997)

Shah Nizam bin Abdul Halim (Shah) - Gitar (1991-1992)

Azrul bin Nasir (Along) - Gitar (1991- kini)

Musa bin Radhi (Musa) - Bass (1991 - kini)

Shahrudin bin Saniman (Ujang) - Dram (1991 - Kini)

Mohd Rohaizad Mohd Lazim (Ezad) - Penyanyi (1995 - 2007)

Zulkifli Daud - Penyanyi (2008-kini)

3. Stings

Stings Stings merupakan salah satu dari rombongan terakhir musisi Malaysia yang menggempur ranah musik Indonesia di dekade 1990-an.

Terkenal dengan lagu Adakah Kau Setia dan Kusapu Air Mata Perpisahan, membuat band yang berdiri di Penang pada 1994 ini berkibar kencang.

Seperti halnya beberapa musisi sejenis, lirik dari Stings identik dengan melow yang terkesan "mendayu-dayu". Meski demikian, hingga kini tetap saja banyak yang menyukainya, atau paling tidak sering mendengar saat pedagang kaset dan vcd menyetelnya di Stasiun maupun pinggir jalan.

Pada tahun 2014 lalu, sang vokalis sempat konser di Dumai Provinsi Riau, ternyata para penggemarnya luar biasa.

4. Search

Dia... Isabella Lambang cinta, yang lara Terpisah kerana, adat yang berbeda Cinta gugur bersama Daun daun, kekeringan... Bagi yang lahir di era 1970-an hingga 1980-an, tentu sering mendengan lagu dahsyat dari band Search, berjudul Isabella.

Ya, lagu tersebut menjadi pemantik dari bergeliatnya musisi asal Malaysia, yang sempat stagnan pada dekade 1980-an.

Search, yang digawangi vokalis Suhaimi bin Abdul Rahma, atau biasa dipanggil Amy Search, sontak menjadi idola pada dua dekade lalu.

Berbekal lagu Isabella yang termuat dalam album "Fenomena" tahun 1989, sukses meledak di Indonesia hingga terjual lebih dari 600 ribu keping.

Padahal di negeri asalnya, album tersebut hanya mampu terjual tidak lebih dari 200 ribu keping. Musik yang kalem namun meledak di pertengahan, membuat Search berhasil menjadi penyambung invasi musisi Malaysia di Indonesia.

Sebelumnya ada P. Ramlee, Anita Serawak, dan Sheila Majid, yang juga menuai banyak penggemar serumpun di Indonesia.(*)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved