Kabareskrim Ungkap Ada MoU Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Benarkah?

Kabareskrim mengungkapkan ada MoU bahwa pejabat negara atau daerah yang sudah mengembalikan uang hasil kejahatan korupsi, maka tidak perlu dipidana.

Kabareskrim Ungkap Ada MoU Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Benarkah?
Istimewa
ilustrasi 

Dalam poin lima, dijelaskan bahwa dianggap kesalahan administrasi jika tidak ditemukan kerugian negara.

Selain itu, jika terdapat kerugian keuangan negara dan telah diproses melalui tuntutan ganti rugi atau tuntutan perbendaharaan paling lambat 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan APIP atau BPK dinyatakan selesai.

Adnan mengatakan, poin tersebut menegaskan pengembalian uang itu ditujukan jika ditemukan kesalahan administrasi, bukan penyalahgunaan wewenang. Sebab, terjadinya kerugian negara tak hanya bisa disebabkan oleh korupsi, tapi juga bisa karena kelalaian.

"Misalnya, dia sebagai bendahara, pegang uang Rp 500 juta. Tiba-tiba uangnya dicuri orang lain. Itu kan tidak bisa masuk kategori menyalahgunakan wewenang," kata Adnan.

Baca: Pengantin Wanita Pingsan Usai Dipeluk Mantan Pacar di Pelaminan, Videonya Viral

Adnan juga menilai argumen bahwa proses hukum akan menjadi boros jika nilai kerugian negara lebih kecil dari biaya penanganan perkara, tak bisa dijadikan alasan yang logis. Dalam undang-undang, sekecil apapun nilai korupsi akibat penyalahgunaan wewenang tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Kalau liHat dari semangat MoU ini untyk mengerem upaya yang disebut kriminalisasi yang selama ini dilakukan penegak hukum," kata Adnan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan juga menganggap ada kesalahan persepsi dalam penyampaian Kabareskrim.

"Mungkin itu persepsinya berbeda dan Kabareskrim mungkin salah cara pengucapannya, mungkin," kata Basaria.

Baca: Ini Penjelasan Korlantas Soal Larangan Dengarkan Musik Saat Naik Kendaraan

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved