Ekspor Timah Turun, Karet dan Ikan Babel Malah Jadi Incaran 3 Negara ini

Perkembangan ekspor komoditi non timah berdasarkan data BPS Provinsi Babel mengalami penurunan periode Januari 2018 sebesar 25,78 persen

Ekspor Timah Turun, Karet dan Ikan Babel Malah Jadi Incaran 3 Negara ini
Bangka Pos/Noordin
Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Darwis Sitorus 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Perkembangan ekspor komoditi non timah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mengalami penurunan periode Januari 2018 sebesar 25,78 persen dari tahun sebelumnya. Lalu, dibandingkan bulan Desember 2017 juga terjadi penurunan sebesar 57,44 persen.

Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Darwis Sitorus menilai dalam rilisnya ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun dibanding Januari 2017 menjadi 25,75 atau senilai US$ 24,4 juta. Lalu, pada Desember 2017 menuju Januari 2018 turun 57,44. Sehingga serapan ekspor nontimah sebesar 39,52 persen.

Berdasarkan data yang dirilis ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari 2018 didominasi oleh bahan bakar mineral (HS 27). Tercatat nilai ekspor bahan bakar mineral pada Januari 2018 sebesar US$ 11,3 juta atau 46,64 persen dari jumlah ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Adapun nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) Januari 2018 turun 48,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perannya terhadap ekspor Januari 2018 sebesar 35,93 persen. Nilai ekspor lada yang termasuk golongan HS 09 juga turun 24,92 persen.

Sementara golongan karet dan barang dari karet (HS 40) naik 40,20 persen. Ekspor produk ikan dan udang (HS 03) pun mengalami peningkatan sebesar 70,96 persen. Peran gabungan kedua golongan ini menjadi sekitar 11,07 persen.

“Peningkatan ekspor terjadi ke negara Australia, Malaysia, dan Vietnam. Ekspor nontimah ke Australia meningkat 100 kali lipat dibanding bulan Januari 2017. Lalu, Malaysia dan Vietnam juga mengalami peningkatan sebesar 739,71 persen dan 97,45 persen,” ungkap Darwis Sitorus dalam rilisnya, Jumat (5/3).

Kemudian nilai ekspor ke Bangladesh dan Tiongkok turun sebesar 21,35 persen dan 34,10 persen. Serapan kedua negara ini terhadap ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hanya sekitar 43 persen.

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved