Grandprix Thomryes Marth Kadja Doktor Termuda Indonesia Berkat Pola Didik Orangtua

Keberhasilan Grandprix Thomryes Marth Kadja (24) meraih gelar doktor termuda di Indonesia tidak terlepas dari dukungan orangtua.

Grandprix Thomryes Marth Kadja Doktor Termuda Indonesia Berkat Pola Didik Orangtua
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Grandprix Thomryes Marth Kadja seusai memaparkan disertasinya di hadapan penguji dalam sidang terbuka di Gedung Annex, CCR, Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Jumat (22/9/2017) siang. Grandprix dinyatakan lulus dengan nilai cumlaude dan menyandang gelar dokter termuda Indonesia di usia 24 tahun. 

Setelah lulus SMA, lanjut Octovianus, Grandprix kemudian mendapat beasiswa untuk kuliah di Jurusan Kimia Universitas Indonesia.

Dasarnya memang sudah cerdas, dalam tempo tiga tahun lebih, Grandprix pun lulus dengan predikat cum laude.

Begitu juga saat mengikuti sekolah magister dan doktor, diselesaikannya dalam tempo empat tahun.

Oktovianus Kadja beserta istrinya Yane Kadja saat hadir dalam sidang anak sulungnya, Grandprix Thomryes Marth Kadja resmi menyandang predikat doktor termuda di Indonesia di Gedung Annex, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Jumat (22/9/2017). (KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI)
Oktovianus Kadja beserta istrinya Yane Kadja saat hadir dalam sidang anak sulungnya, Grandprix Thomryes Marth Kadja resmi menyandang predikat doktor termuda di Indonesia di Gedung Annex, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Jumat (22/9/2017). (KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI) 

Terinspirasi Formula 1

Octovianus mengaku, sejak istrinya mengandung, ia sudah mempersiapkan nama yang tepat untuk anaknya.

Nama Grandprix terinsiprasi dari balapan Formula 1. Sementara Thomryes Marth itu diambil dari gabungan nama kakek dan nenek Grandprix, yakni Thomas, Rika, Yosua, dan Martha.

Baca: Isu Menikah Merebak, Kini Muncul Foto-foto Sosok Papa Baru Nagita Slavina

"Pemikiran saya Grandprix itu harus hebat dan besar dengan kecepatan dan harus terus berputar cepat seperti ban mobil balap Formula 1," ucap Oktovianus yang juga pernah berprofesi sebagai guru.

Menurut Octovianus, sejak kecil Grandprix dididik untuk mandiri, disiplin, dan taat beribadah. Mulai dari SMP hingga SMA, setiap hari Grandprix selalu bangun pagi tepat pukul 04.30 Wita.

Setelah bangun pagi, Grandprix langsung berdoa, masak, bersihkan kamarnya dan menyetrika pakaiannya sendiri, kemudian mempersiapkan diri ke sekolah.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved