BNN Tes Narkoba 30 Guru SD dan SMP Bangka

Tes ini kami lakukan agar para guru tersebut bersih dari narkoba. Mereka langsung di tes urine

BNN Tes Narkoba 30 Guru SD dan SMP Bangka
Bangkapos/Nurhayati
Para guru saat melakukan pengambilan sampel urine untuk pemeriksaan tes narkoba yang dilakukan pihak BNN Kabupaten Bangka, Rabu (7/3/2018) di Hotel Novilla Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka melakukan tes narkotika kepada 30 guru bimbingan konseling (BK),  bagian kesiswaan dan mata pelajaran di tingkat SD dan SLTP saat kegiatan pengembangan kapasitas pendidikan, Rabu (7/3/2018) di Hotel Novilla Sungailiat.

Para guru tersebut diminta untuk menampung air seni pada wadah yang telah disediakan oleh BNN Kabupaten Bangka.

Setelah itu petugas BNN melakukan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan tes sesuai standar BNN.

"Tes ini kami lakukan agar para guru tersebut bersih dari narkoba. Mereka langsung di tes urine," kata Abdul Manan selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Kabupaten Bangka kepada bangkapos.com, Rabu (7/3/2018) di Hotel Novilla Sungailiat. 

Menurutnya jika dari 30 sampel urine para guru tersebut ada yang positif narkoba maka pihaknya akan menyampaikan ke bagian rehabilitasi narkoba di BNN untuk tindaklanjuti segera kepada guru yang bersangkutan.

Selain itu dia mengimbau agar para guru tidak perlu ragu dan malu jika ada anak didik yang terlihat tanda-tanda mengkonsumsi narkoba atau merokok untuk melapor ke BNN Kabupaten Bangka.

Jika terindikasi menjadi perokok maupun pemakai narkoba maka BNN bisa merehabilitasi.

Seperti ada salah satu sekolah di Kabupaten Bangka yang siswanya sudah bisa membuat rokok elektrik seperti vape dari fiting lampu. 

Setelah para siswa tersebut diberikan sosialiasasi tentang bahaya merokok dan terjerumus narkoba mereja sadar tidak mengulang perbuatannya lagi.

"Kita koordinasi dan wawancarai kepala sekolah ternyata anak-anak itu sudah banyak berubah. Anak itu sudah berkelakuan baik, sudah belajar tidak lagi merokok sejak disosialisasi bahaya narkoba setelah tim rehab kita datangi," jelas Abdul Manan.

Untuk pihaknya gencar melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada para pelajar.

Selain itu dengan adanya surat edaran dari Kemenpan Nomor 50 setiap SKPD harus menyisihkan anggaran untuk sosialisasi narkoba baik kepada pegawai, pelajar maupun masyarakat. 

"Ke depan ada rencana aksi dari sekolah baik SD maupun SMP nanti kita supervisi, dievaluasi sejauh mana keaktifan peran serta guru-guru yang kita undang ini. Ada tour indeks partisipasi kemandirian sekolah," kata Abdul Manan.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved