Kasus Narkoba di Kabupaten Bangka Semakin Meningkat, Tahun 2017 ada 63 Pengguna Direhabilitasi

Masyarakat harus lebih waspada karena peredaran narkotika semakin memprihatinkan peredaran narkotika di Kabupaten Bangka cenderung meningkat

Kasus Narkoba di Kabupaten Bangka Semakin Meningkat, Tahun 2017 ada 63 Pengguna Direhabilitasi
Bangka Pos/Nurhayati
Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Bangka Rizka Turini didampingi Firdinandi selaku Kasi Pelaksana Berantas BNN Kabupaten Bangka dan Anggi Pradipta selaku Konselor BNN Kabupaten Bangka menjelaskan mengenai maraknya kasus narkoba, Rabu (7/3/2018) di BNN Kabupaten Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA --Masyarakat harus lebih waspada karena peredaran narkotika semakin memprihatinkan. Dari tahun ke tahun peredaran narkotika di Kabupaten Bangka cenderung meningkat.

Apalagi saat ini sudah menyasar kalangan para pelajar sehingga orang tua harus lebih waspada.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka mencatat pada tahun 2017 ada sebanyak 63 kasus narkotika yang menjalani rehabilitasi. Sedangkan untuk tahun 2018 sekarang ini baru tiga bulan dari Januari hingga awal Maret ini sudah ada delapan kasus yang direhabilitasi.

Diakui Plt BNN Kabupaten Bangka Surita melalui Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Bangka Rizka Turini, korban pengguna narkotika ini rata-rata masih usia produktif 20 tahun ke atas.

"Mereka ada yang direhab di rumah sakit jiwa maupun pondok pesantren yang bekerjasama dengan BNN untuk merehabilitasi. BNN tidak memungut biaya apa pun sehubungan dengan rehabilitasi. Insyaallah sampai sembuh tapi soal sembuh atau tidaknya tergantung masing-masing individu," jelas Rizka didampingi Firdinandi selaku Kasi Pelaksana Berantas BNN Kabupaten Bangka dan Anggi Pradipta selaku Konselor BNN Kabupaten Bangka, Rabu (7/3/2018) di BNN Kabupaten Bangka.

Menurutnya rehabilitasi diberikan berupa terapy sesuai tahapan dan keadaan klien pengguna narkoba.

Untuk itu, Kasi Pelaksana Berantas BNN Kabupaten Bangka Firdinandi mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk datang ke BNN Kabupaten Bangka jika ada anggota keluarga yang terindikasi narkoba untuk direhabilitasi.

"Silahkan datang ke BNN jika ada keluarga yang terindikasi pengguna narkoba. Siapapun orangnya dalam bentuk apa pun untuk melaksanakan proses rehabilitasi," pesan Firnandi.

Dia menegaskan kembali, untuk rehabilitasi narkona tidak dipungut biaya satu sen pun alias gratis. Ia minta agar para pemakai narkoba bisa datang ke BNN untuk direhabilitas sebelum tertangkap dan melalui proses hukum.

"Jangan takut, rehabilitasi itu bukan dihukum rehabilitasi itu proses penyembuhan dari pengaruh narkoba," kata Firnandi.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved