BUMDes di Beltim Sulap 6,5 Hektar Lahan eks Tambang Jadi Kebun

Sebanyak 6,5 hektar hamparan lahan eks tambang Timah disulap menjadi lahan pertanian produktif.

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sebanyak 6,5 hektar hamparan lahan eks tambang Timah di Aik Gang Wali, Dusung Selingsing, Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, Jumat (9/3/2018) disulap menjadi lahan pertanian produktif.

Ada tanaman cabai baskara, cabai kartika, dan kangkung serta tanaman lain dihamparan lokasi eks tambang milik PT Timah Tbk tersebut.

Pengelolaan terhadap lahan eks tambang ini, baru dikelola pada Desember 2017 lalu dan baru ditanami unsur pertanian pada 17 Januari 2018.

Sementara ini yang baru bisa tergarap, seluas 1,5 hektar dan mayoritas menanam pohon cabai. Yang menggarap lahan tersebut Bumdes Mitra Jaya Selingsing.

"Tentunya ini akan kami kembangkan terus. Ini sudah hampir panen, dan di prediksi sekitar 30 kilogram (cabai) yang akan kami panen pada buah pertama nanti," kata Kepala Unit Pertanian BUMDes Mitra Jaya Selingsing Feri Surya didampingi Ketua BUMDes Muhammad Rais. (*)

Potensi Lahan Eks Tambang Untuk Dijadikan Pertanian Masih Banyak

Potensi lahan eks tambang buat dijadikan hamparan pertanian di Belitung Timur (Beltim), terbilang sangat banyak. Namun sejauh ini, masyarakat belum melihat dan BUMDes Mitra Jaya Selingsing menjadi salah satu contoh. Sehingga di setiap Desa di Belitung Timur memiliki satu lahan pertanian produktif.

"Potensi nya masih banyak, tinggal bagaimana masyarakat melihat ini dan kami tetap akan terus menggerakan hati masyarakat, dan solusi pasca tambang itu adalah ini," kata Sekda Pemkab Beltim Ikhwan Fahrozi kepada posbelitung.com, Jumat (9/3/2018).

Belitung Timur, kata dia, memang sudah seharusnya memiliki produksi cabai sendiri. Ini sebagai salah satu langka untuk menekan inflasi dari sektor pertanian. Sebab untuk menanam bawang dan wortel, tektur tanah di Belitung Timur belum cocok.

"Jadi sebagai penggantinya cabai itu, dan memang harus ada salah satu yang bisa dihasilkan. Tentunya komoditi ini harus dikirim ke luar daerah, agar bisa terus berkembang dan Beltim menjadi salah satu daerah penghasil cabai," ujarnya. (*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved