Banjir Pulau Bangka

Dari Pasrah, Pesimistis, hingga Sebut Sampah Sebagai Penyebab Banjir di Kelurahan Parit

Sejumlah rumah warga dan jalan di sejumlah titik, seperti di Kampung Amau, ataupun kawasan Gang Cantik, Kelurahan Parit, terendam air.

Dari Pasrah, Pesimistis, hingga Sebut Sampah Sebagai Penyebab Banjir di Kelurahan Parit
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Warga berjalan di genangan air yang merendam jalan dan pemukiman di dekat Gang Cantik, Kelurahan Parit, Tanjungpandan, Belitung, Minggu (11/3/2018) sore. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG- Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Tanjungpandan dan sekitarnya sejak pukul 11.00 WIB Minggu (11/3/2018), membuat sejumlah rumah warga dan jalan di sejumlah titik, seperti di Kampung Amau, ataupun kawasan Gang Cantik, Kelurahan Parit, terendam air. Titik-titik tersebut diketahui adalah daerah-daerah "langganan" banjir.

Warga yang ditemui Pos Belitung berkomentar beragam. Ada yang mengaku sudah pesimistis dengan kondisi ini hingga ada yang menilai banyaknya sampah dan pendangkalan got yang membuat banjir kerap terjadi.

Pantauan Pos Belitung di Kelurahan Parit, Minggu (11/4) sore misalnya, air yang merendam rumah warga berasal dari air luberan selokan yang membelah pemukiman. Yudi, warga sekitar hanya bisa pasrah karena rumahnya terendam setinggi paha orang dewasa.

"Rumah saya memang biasa banjir. Tapi, inikan air laut tengah surut, tapi kok bisa banjir," ujar Yudi ditemui Pos Belitung.

Di sekitar rumah Yudi, ada belasan rumah lainnya yang juga terendam. Akibatnya, perabotan rumah tangga dan elektronik warga ikut terendam.

"Sofa-sofa kursi, kulkas, itu terendam," kata dia.

Saking kerapnya dilanda banjir, Yudi sudah pesimitis dengan kondisi banjir yang kerap merendam kediamannya yang berada di samping saluran air ini. "Kayaknya sudah tidak bisa ditanggulangi lagi ini. Memang sudah kondisinya seperti ini, hujan lebat sedikit, pasang gede, banjir," kata dia.

Cut Langsa, warga lainnya yang tinggal sekitar 100 meter dari selokan, menilai banjir lebih disebabkan oleh mampetnya saluran-saluran air yang ada di sekitar pemukiman warga. Rumahnya bersama sekitar belasan rumah tetangganya terendam setinggi paha orang dewasa.

"Tiap hujan banjir seperti ini. Perlu pembersihan saluran air. Saluran inilah penyebabnya, banyak sampah. Got pada mampet, dangkal. Kalau didalami dibersihkan, pasti bagus. Kemarin memang ada kerja bakti oleh kelurahan sini, tapi cabut-cabut rumput saja, sampahnya masih numpuk. Bagusnya tak hanya kelurahan sih, tapi seluruh masyarakat. Cuma itulah tidak ada yang menggerakkan," kata wanita berhijab ini.

Firman, warga lainnya mengatakan hal senada. Ia yang tiga tahun belakangan menyewa rumah bedeng di Kelurahan Parit pasrah dengan kondisi ini. "Sudah dua kali rumah bedeng kami terendam banjir. Ada sekitar delapan rumah tetangga kami. Kasur, kulkas, itu terendam semua. Sudah resikolah," kata Firman. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved