Permasalahn Aktivitas Tambang Aluvial Tidak Ada Solusi

Permasalahan kerusakan Gunung Kik Karak dan masyarakat sekitar akibat munculnya aktivitas tambang Aluvial tidak kunjung selesai

Permasalahn Aktivitas Tambang Aluvial Tidak Ada Solusi
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kades Senyubok (tengah), Senin (12/3) ketika berbicara di forum resmi pertemuan di lembaga legislatif belitung Timur 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Permasalahan kerusakan Gunung Kik Karak, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan masyarakat sekitar akibat munculnya aktivitas tambang Aluvial (tambang darat), tidak kunjung selesai.

Kepala Desa Senyubuk Anasrul mengaku permasalahan ini sudah muncul sebelum ia menjabat sebagai kades.

"Ini permasalahan yang tidak pernah ada putus-putusnya. Termasuk pertemuan terakhir di Kelapa Kampit juga tidak ada solusi," kata Anasrul, Senin (12/3/2018) didalam pertemuan.

Ia sangat berharap, dan meminta kepada seluruh lembaga berkepentingan, agar bisa menyelesaikan permasalahan ini dan menemukan titik solusi. Tentunya pihak terkait harus duduk bersama, dan mengambil langka yang pasti.

"Apalagi sekarang pertambangan dan kehutanan sudah di Provinsi, nah itu harus dihadirkan juga," ucapnya.

Sebelumnya, perwakilan masyarakat Kelapa Kampit, PT MCM dan Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung Timur, difasilitasi lembaga legislatif, Senin (12/3/2018) sore tadi melakukan pertemuan atas permasalahan Kerusakan Gunung Kik Karak akibat dampak aktivitas tambang PT MCM di wilayah tersebut.

Pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRD Beltim Ahmad Syafei itu, dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Beltim Ikhwan Fahrozi, Direktur PT MCM Rahmadi, Camat Kelapa Kampit Yuspian, Kades Senyubuk Anasrul.

Perwakilan masyarakat Kelapa Kampit Eriat Asnawi (65) mengatakan, menduga banyak terjadi penyimpangan terhadap operasi PT MCM tersebut. Awalnya perusahaan itu, hanya memiliki izin Underground Mining dan tidak ada izin tambang Aluvial. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved