Sorga Seluas 1 Hektar Bakal Dibangun di Desa Penyampak

Sarana olahraga seluas 1 hektar dan tempat wisata mangrove akan dibangun di Desa Penyampak Kecamatan Tempilang, Bangka Barat.

Sorga Seluas 1 Hektar Bakal Dibangun di Desa Penyampak
Istimewa
Kades Penyampak, Allani bersama perangkat desanya. 

BANGKA POS - Desa Penyampak Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat tahun ini akan membangun Sorga di desanya. Tempat ini merupakan lokasi berkumpul masyarakat yang ingin menyalurkan hobinya.

Sorga merupakan sarana olahraga atau sport center dengan luas sekitar 1 Hektare (Ha), dilengkapi dengan berbagai sarana olahraga seperti bulutangkis, sepakbola, voli dan lain sebagainya.

Selain itu di tempat ini nantinya akan dibangun lapak-lapak bagi masyarakat yang ingin berjualan, sehingga mereka bisa menggelar dagangannya.

“Direncanakan tahun ini pembangunannya. Lahan kami sudah punya begitu juga master plannya, tinggal bagaimana pelaksanaannya,” kata Kepala Desa Penyampak, Allani.

Allani menerangkan, selain pembanguanan Sorga, sektor pariwisata desa akan dikembangkan pihaknya. Hutan mangrove misalnya akan dikembangkan. Kemudian pemancingan air sungai yang masih alami.

“Udang air sungai di desa kami masih segar dan alami, cukup banyak warga dari luar Penyampak yang datang mancing ke sungai kami, apalagi saat musim libur,” sebutnya.

Dia melanjutkan, desanya memiliki slogan ‘Seumah Sekawah’ yang artinya satu rumah satu kawah.

Adat tradisi ke­senian ini sudah terkenal sejak dulu, yaitu ruwah dan membuat dodol secara bersama-sama masyarakat.

Biasanya kegiatan ini dilakukan sebelum bulan Ramadan atau dikenal dengan ruwah kubur.

Masyarakat dari berbagai penjuru akan saling bersilaturahmi dan mengunjungi sanak keluarganya. Ada berbagai kegiatan dan acara memeriahkannya.

“Dodol bergema merupakan adat membuat dodol ini dilakukan secara ber­sama-sama. Pembuatannya sebelum perayaan, biasanya kegiatan ini dikerjakan di lapangan dengan melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Berbagai kegiatan lainnya di desa juga rutin dilakukan, termasuk kepemudaan hingga ibu-ibu. badan usaha milik desa juga telah terbentuk.

Saat ini desa juga sudah memiliki perkebunan sen­diri, yaitu kebun sawit seluas 6 Ha yang dikelola pihaknya.

“Alhamdulillah kalau di desa ini, tinggal bagaimana kita sebagai seorang yang dipercaya masyarakat memajukannya serta melahirkan ide-ide kreatif untuk desa kedepannya,” ucap Allani yang menjabat Ketua Apdesi Bangka Barat ini

Rata-rata penghasilan masyarakat di Penyampak bertani dan berkebun se­perti karet, sawit namun ada juga yang berprofesi sebagai nelayan.

Pendidikan masyarakat di desanya juga sudah cukup baik rata-rata tamatan SMA mereka juga terlibat dalam kegiatan di desa.

Kalau untuk pembang­unan di Penyampak juga sudah lumayan apalagi ­adanya dana desa masyarakat sangat membutuhkan jalan pertanian atau akses jalan baru yang memudahkan.

Selain itu masyarakat khususnya yang berpofesi sebagai nelayan sangat membutuhkan tambatan perahu karena selama ini masih seadanya.

Siapapun nanti yang menjadi kepala desa mudah-mudahan semua yang telah ada dipelihara dan dilanjutkan agar selalu berkesinambungan. (Advertorial/n7)

Inovasi dan Perlunya Perubahan

USIANYA memang tak muda lagi, tapi jangan salah, pria kelahiran 1968 silam ini selalu energik dan memiliki perubahan serta pemikiran maju bagi desanya.

Salah satu pemikirannya yang saat ini masih diterapkan di desanya adalah tentang kebersamaan dalam melaksanakan adat yang telah ada yaitu ‘Dodol Bergema’.

“Dodol Bergema ini meruakan adat istiadat masyarakat dalam membuat dodol secara bersama-sama. Awalnya kami membuat secara mandiri di rumah masing-masing, namun setelah melalui tahapan dan proses sekarang dilakukan secara bersama-sama di lapangan,” terangnya.

Menurut Allani tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang telah ada dan telah menjadi kepercayaan, perlu pendekatan dan pemahaman yang baik.

“Mudah-mudahan kedepan desa kami semakin berkembang dan terus maju, apalagi sekarang pendidikan anak-anak muda semakin baik,” ungkapnya. (Advertorial/n7)

Profil Kades Penyampak

Nama : Allani, S.E
Tempat Tanggal Lahir : Tempilang, 3 Oktober 1968
Pendidikan : S1
Alamat : Desa Penyampak RT 03 Kecamatan Tempilang
Status : Menikah
Istri : Susi Nurhadi, S.pd
Anak : Shopia Nabila, Alasraf Ghali, Sultonah Aisarbijan, Salwa Oktaviani Alzahra
Motto Hidup : Bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain

SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
PEMERINTAH DESA PENYAMPAK
BERDASARKAN
PERATURAN BUPATI BANGKA BARAT
NOMOR 78 TAHUN 2016
TENTANG SUSUNAN ORGANISASI
DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

Kepala Desa : Allani, SE
Sekretaris Desa : Wendi
Kepala Urusan Keuangan : Murti
Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum : Susi
Kepala Urusan Perencanaan : Yarwandi
Kepala Seksi Pemerintahan : Pitria
Kepala Seksi Kesejahteraan : Siti Hatifah
Kepala Seksi Pelayanan : Sugianto
Kepala Dusun Penyampak Utara : Aidi
Kepala Dusun Penyampak Selatan : Masda Hariyanto
Kepala Dusun Kelekak Manau : Alpian
Kepala Dusun Nyikep : Sukandi

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved