Breaking News:

Akhirnya Skandal 'Hoes Hoin' soal Foto Syur Tentara Wanita Amerika, 55 Anggota Marinir AS Diadili

Merebaknya skandal penyebaran foto bugil prajurit wanita Amerika Serikat ( AS) membuat Korps Marinir dan Angkatan Laut mengambil sikap tegas

Batalion Latihan Keempat Marinir Amerika Serikat yang baru direkrut ketika menjalani sumpah saat acara penyerahan emblem (15/2/2017).(Marine Corps Photo/Kopral Vanessa Austin) 

WASHINGTON DC, BANGKAPOS.COM - Merebaknya skandal penyebaran foto bugil prajurit wanita Amerika Serikat ( AS) membuat Korps Marinir dan Angkatan Laut mengambil sikap tegas.

Situs Task and Purpose pekan lalu (19/3/2018) memberitakan, sebanyak 55 anggota Marinir diadili dengan dakwaan penyalahgunaan media sosial berkaitan dengan Skandal Hoes Hoin.

Juru Bicara Korps Marinir, Mayor Brian Block memberikan rincian, enam di antaranya menjalani pengadilan militer khusus.

Satu menghadapi pengadilan militer cepat, enam dibebastugaskan, 15 orang mendapat hukuman non-yudisial, dan 27 orang mendapat hukuman administratif.

Baca: Heboh, Hoes Hoin Bocorkan Skandal Baru Ratusan Foto Telanjang Tentara Wanita Amerika Serikat

"Kasus ini terjadi di laman Facebook, sehingga penyelidikannya adalah penyalahgunaan media sosial," kata Block.

Selain itu, Marinir juga meminta bantuan Dinas Penyelidikan Kriminal Angkatan Laut untuk menginvestigasi apakah ada foto bugil lain yang tersebar di media sosial.

Komandan Korps Marinir, Jenderal Robert Neller dalam video pernyataan seperti dikutip Military.com berkata, setiap prajurit tidak boleh melakukan pelecehan terhadap rekan seprofesi mereka.

Sebelumnya, Vice News mempaparkan adanya sebuah akun Dropbox rahasia yang dipakai untuk menyebarkan foto-foto bugil tentara perempuan AS.

Dalam folder Dropbox yang bernama "Hoes Hoin", ada 267 gambar secara keseluruhan dan tiga subfolder untuk kategori perempuan tertentu.

Halaman
123
Editor: M Zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved