Sebelum Ada Keputusan Inkrah, Paslon Menjadi Tersangka Tetap Bisa Ikut Pilkada

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka hingga saat ini belum menerima data ada atau tidaknya Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bangka

Sebelum Ada Keputusan Inkrah, Paslon Menjadi Tersangka Tetap Bisa Ikut Pilkada
Bangka Pos / Nurhayati
KPU Kabupaten Bangka saat penyerahan APK kepada LO masing-masing Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bangka, Kamis (15/3/2018) di Ruang Serbaguna KPU Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka hingga saat ini belum menerima data ada atau tidaknya Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bangka yang ditetapkan sebagai tersangka baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun dari pihak kepolisian dan kejaksaan.

Namun menurut Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain sesuai Peraturan KPU selama belum ada keputusan pengadilan yang inkrah mereka tetap menjadi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka.

"Kalau menurut PKPU tidak menganggu artinya baru penetapan tersangka belum ada keputusan pengadilan. Berdasarkan PKPU itu kalau sudah ada keputusan inkrah artinya sudah ada keputusan dari pengadilan betul- bet jadi terdakwa maka KPU akan memproses," jelas Zulkarnain kepada bangkapos.com, Kamis (15/3/2018) di Ruang Serbaguna Sekretariat KPU Kabupaten Bangka.

Menurutnya, jika sudah akan ada keputusan ikrah dari pengadilan negeri terhadap calon bupati atau calon wakil bupati yang ditetapkan sebagai terdakwa sebelum pemungutan suara, maka pihaknya akan memanggil para partai pengusung agar segera dilakukan pergantian calon bupati ataupun calon wakil bupati yang sudah ditetapkan sebagai narapidana.

"Ada ketentuannya 30 hari sebelum pemungutan suara," kata Zulkarnain.

Saat disinggung apakah ada potensi dari calon bupati atau calon wakil bupati yang ikut pilkada di Kabupaten Bangka menjadi tersangka, Zulkarnain menyatakan tidak tahu karena belum ada informasi dari pihak aparat hukum.

"Belum ada kita ngikut saja terus. Kalau soal potensi saya tidak tahu," ungkap Zulkarnain.

Disisi lain untuk data pemilih dari para narapidana yang ditahan di Lapas Bukit Semut Sungailiat, KPU akan melakukan cross cek apakah penduduk Kabupaten Bangka atau bukan.

"Kami akan cross cek ke DP4 kita. Di lapas ini kadang-kadang berubah tidak menutup kemungkinan saat hari H pemungutan suara cuma 100 lebih menjadi 200 atau 300 tergantung ada yang masuk. Di lapas ada perhatian khusus kita akan mengecek nama-nama ini benar tidak penduduk Kabupaten Bangka. Banyak yang tidak milih karena bukan penduduk Kabupaten Bangka," jelas Zulkarnain.

Menurutnya, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel penduduk narapidana dari kabupaten/kota yang ditahan di Lapas Bukit Semut masih bisa memilih tetapi untuk pilkada Kabupaten Bangka khusus yang bisa memilih narapidana dari Kabupaten Bangka.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved