Gara-gara Bongkar Rahasia, Pengacara Trump Gugat Aktris Porno hingga Rp 275 Miliar

Pihak Trump sepakat membayar sebesar 130.000 dolar AS (sekitar Rp 1,7 miliar) kepada Daniels untuk tidak berbicara

Gara-gara Bongkar Rahasia, Pengacara Trump Gugat Aktris Porno hingga Rp 275 Miliar
mynewshub
DONALD TRUMP dan Stephanie Clifford or Stormy Daniels 

BANGKAPOS.COM--Pengacara sekaligus perusahaan penasihat hukum pribadi Presiden Donald Trump, Michael Cohen, mengajukan gugatan hukum kepada aktris porno Stormy Daniels dan menuntut klaim ganti rugi hingga 20 juta dolar AS (sekitar Rp 275 miliar).

Klaim tersebut dilayangkan karena Daniels yang dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian menjaga kerahasiaan sebanyak 20 kali.

Daniels bersama kuasa hukum pribadi Trump sebelumnya telah mencapai perjanjian menjaga kerahasiaan pada Oktober 2016 lalu.

Pihak Trump sepakat membayar sebesar 130.000 dolar AS (sekitar Rp 1,7 miliar) kepada Daniels untuk tidak berbicara tentang hubungan yang pernah dijalinya dengan presiden AS itu.

Stormy Daniels, bintang film porno yang mengaku sudah lama menjalin hubungan dengan Presiden Donald Trump.
Stormy Daniels, bintang film porno yang mengaku sudah lama menjalin hubungan dengan Presiden Donald Trump. (Telegraph)

Sementara Daniels juga setuju untuk membayar sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp 13,7 miliar) jika melanggar perjanjian.

Kuasa hukum Trump yang mengajukan gugatan terhadap Daniels kepada pengadilan pada Jumat (16/3/2018).

Dalam gugatannya, kuasa hukum Trump melalui perusahaannya. Essential Consultants (EC) menyatakan telah menghitung setidaknya 20 kali pelanggaran menjaga kerahasiaan yang dilakukan Stephanie Clifford, nama asli Stormy Daniels.

"Kesepakatan penyelesaian menetapkan likuidasi atas kerugian sebesar 1 juta dolar AS untuk setiap pelanggaran," tulis surat pengajuan gugatan tesebut.

Namun pengacara Daniels, Michael Avenatti menyebut perjanjian kesepakatan antara kliennya dengan pihak Trump sejak awal tidak sah karena yang menandatangani perjanjian bukan Trump, melainkan kuasa hukumnya Michael Cohen.

Atas dasar itu pula Avenatti membela Daniels tidak perlu membayarkan klaim yang diajukan pihak  Trump.

"Fakta bahwa presiden yang sedang menjabat menuntut uang hingga 20 juta dolar AS atas 'kerugian' palsu kepada warga negaranya yang hanya mencoba mengungkapkan fakta sebenarnya kepada publik, sungguh luar biasa." "Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Kami tidak akan mundur dan kami tidak akan terintimidasi," tulis Avenatti di akun Twitter-nya.

"Pengajuan gugatan yang dilakukan hari ini (Jumat) adalah sebuah taktik intimidasi lain dari pihak presiden dan kuasa hukumnya." "Mereka berupaya melimpahkan kasus ini ke pengadilan federal guna meningkatkan peluang masalah ini diputuskan dalam arbitrase pribadi, sehingga menyembunyikan kebenaran dari publik," tambahnya.

Sebelumnya, pihak Daniels telah mengajukan gugatan untuk membatal perjanjian menjaga kerahasiaan dan siap mengembalikan sejumlah uang yang telah diterimanya.

Daniels bahkan telah melakukan penggalangan dana untuk membantunya maju ke pengadilan.(kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved